Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Sekitar tiga bulan seluruh masyarakat Indonesia “stay at home” (tinggal di rumah -red) akibat merebaknya pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Seluruh Gereja Katolik di Indonesia ikut “merumahkan” umat. Perayaan Ekaristi di gereja wilayah Paroki Katedral Pangkalpinang pun berhenti saat memasuki Prapaskah ketiga, lalu berganti dengan perayaan ekaristi melalui media daring (online) sejak Minggu (15/03/2020).

Sesuai instruksi pemerintah, Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang melalui Pastor Paroki RD L Yustinianus T. tertanggal 04 Juni 2020 mengeluarkan aturan sebagai persiapan umat menghadapi perubahan menyambut tatanan New Normal (normal baru -red). Beberapa kebiasaan dalam Peribadatan dan Kegiatan Perayaan Liturgi di gereja tidak sama seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Sebagai cara beradaptasi dengan penerapan New Normal serta mencegah penularan Covid-19, koordinator Sie Ibadat Ilahi Paroki telah membahas aturan atau protokol tatanan new normal pada pertemuan yang berlangsung 31 Mei 2020, di Aula Mario John Boen.
“Gereja Katedral Pangkalpinang akan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta membentuk tim/Petugas New Normal,” demikian Pastor Paroki, RD Yustin menyampaikan dalam surat Sosialisasi Protokol New Normal yang tertuju kepada anggota DPP, DPHBP, pengurus wilayah, para ketua KBG, tim PIPA Paroki, serta seluruh umat Paroki Katedral St. Yosef, Pangkalpinang.

Adapun Hal yang Diatur dalam Perayaan Ekaristi sebagai berikut:
1. Yang diizinkan mengikuti perayaan Ekaristi hanya orang sehat dan bersuhu tubuh tidak lebih dari 37,5°C. Pada pintu masuk gereja, petugas akan mengukur suhu tubuh.

Grafis. (KATEDRALPKP/PETRUS SINPO SIMANJUNTAK)

2. Wajib menggunakan masker selama perayaan Ekaristi, baik di dalam maupun luar gereja.

Grafis. (KATEDRALPKP/PETRUS SINPO SIMANJUNTAK)

3. Sebelum masuk gereja cuci tangan terlebih dahulu pada peralatan yang tersedia.
4. Membawa tissue dan hand sanitizer pribadi
5. Menjaga jarak untuk menghindari kontak fisik
6. Anak-anak yang belum menerima komuni pertama tidak diperkenankan hadir

Grafis. (KATEDRALPKP/PETRUS SINPO SIMANJUNTAK)

7. Umat yang berusia di atas 60 tahun dan dalam posisi sakit atau memiliki riwayat penyakit tertentu tidak diperkenankan hadir di gereja.
8. Tidak berkumpul di depan gereja sebelum dan sesudah perayaan.

Apa Saja yang Beda Selama Liturgi?
1. Durasi Ekaristi paling lambat satu jam.
2. Tidak dilakukan perarakan masuk para petugas liturgi bersama imam. Tidak ada putera-puteri altar dan koor.
3. Diperkenankan seorang organis, dirijen dan dua orang petugas (Lektor, Pemazmur dan Pembawa Doa Umat). Petugas Liturgi seperti Lektor, Pemazmur dan PKTL wajib memakai masker dan mencuci tangan sebelum Perayaan Ekaristi.
4. Lektor dan Pemazmur memakai pakaian liturgi, setelah misa pakaian liturgi langsung dimasukkan dalam tempat yang telah disiapkan di sakristi untuk dicuci.

Bagaimana Sikap Saat Masuk Gereja?

Grafis. (KATEDRALPKP/PETRUS SINPO SIMANJUNTAK)

Semua umat diminta memperhatikan jarak minimal satu meter saat masuk di dalam dan keluar gereja. Bangku-bangku gereja telah ditandai untuk tempat duduk umat dan hindari berkumpul di depan gereja sebelum dan sesudah perayaan. Tidak dilakukan “salam damai” dengan cara apapun. Tidak diperkenankan menyediakan atau menghadirkan teks-teks lagu atau doa.

Bagaimana Sikap Saat Menyambut Komuni?
1. Imam dan Pelayan Komuni wajib mencuci tangan, mengenakan sarung tangan sekali pakai, mengenakan masker (untuk menutupi hidung dan mulut) sebelum membagi komuni.
2. Jarak aman selama pembagian Komuni harus diperhatikan, pembagi Komuni tidak boleh bersentuhan dengan tangan umat.
3. Umat dianjurkan membawa hand sanitizer yang digunakan sebelum menyambut Tubuh Tuhan.
4. Cara perarakan ke depan untuk menerima komuni dilakukan melalui lorong samping kiri dan kanan bangku umat kemudian kembali ke tempat duduk melalui lorong bagian tengah.
5. Umat mengucapkan “Amin” di dalam hati saat menerima Komuni atau dengan menganggukkan kepala.
6. Kolekte dipersembahkan saat menerima komuni, masukkan persembahan pada kotak persembahan yang disediakan di depan.
7. Berkat bagi umat yang belum atau tidak menerima komuni diberikan dengan penumpangan tangan oleh imam atau PKTL tanpa menyentuh tubuh umat yang bersangkutan.
8. Ketentuan di atas juga berlaku untuk perayaan liturgi tanpa Ekaristi seperti Baptisan, Perkawinan, Perminyakan Orang Sakit dan Pemakaman. (katedralpkp)

Penulis : A.T. Sakti
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •