Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Tiga bulan lamanya umat beriman Katolik Paroki Katedral Pangkalpinang tidak merayakan Ekaristi di gereja. Kerinduan umat di tengah pandemi Covid-19 diobati dengan live streaming untuk menerima komuni batin.

Besok Sabtu 4 Juli 2020 Gereja Katedral Santo Yosef akan dibuka untuk umat. Namun penyelenggaraan Ekaristi di masa pandemi Covid-19 akan banyak berbeda dengan mengikuti tata tertib protokol kesehatan.

Perbincangan dengan Juru Bicara Tim Kerja Penanganan Covid-19 Gereja Katedral Santo Yosef, Andi Kris mengupas persiapan Perayaan Ekaristi di masa New Normal sekaligus membeberkan alasan Gereja Katedral baru kini dibuka saat beberapa rumah ibadah lain sudah terlebih dahulu memulai kegiatan peribadatan.

Gereja secara jelas mengikuti peraturan pemerintah dan Keuskupan Pangkalpinang. Ketika aba-aba masa New Normal dilaksanakan, gereja kemudian membentuk Tim Kerja Penanganan Covid-19 Paroki Katedral Pangkalpinang pada Mei 2020.

“Uskup membolehkan buka kalau pemerintah mengizinkan dan yang menentukan layak atau tidaknya Tim Covid. Gereja tidak gegabah membuka karena menyakut kesehatan semua orang. Lebih baik lambat tapi ada kepastian hukum dan siap sarana dan prasarana. Kita juga harus sosialisasi protokol kesehatan kepada umat,”ujar Andi Kris saat ditemui parokikatedral.com, Rabu (1/7/2020).

Sebanyak dua kali Gereja Katedral sudah melakukan simulasi perayaan Ekaristi yang diikuti para petugas gereja.

Pada 26 Juni lalu, Tim Gugus Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahkan sudah melihat dan menyetujui kesiapan Paroki Katedral Pangkalpinang beribadah dengan protokol kesehatan.

Kapasitas Gereja Katedral Paroki Santo Yosef bisa menampung 800 umat. Namun di masa New Normal jumlah umat di dalam gereja dibatasi menjadi 196 orang saja atau seperempat dari kapasitas normal.

Satu bangku yang biasanya dapat diisi 8-9 umat kini dibatasi hanya untuk 3 umat. Jarak antar umat dibatasi masing-masing 1 meter dengan garis silang yang ditandai di bangku.

Tak hanya itu, jadwal perayaan Ekaristi diperbanyak dari 4 kali menjadi 5 kali untuk menghindari jumlah umat yang terlalu banyak.

Jangan Bangpa

Sebagai Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Gereja Katedral Santo Yosef, Andi Kris menyarankan kepada umat beriman Katolik Gereja Katedral Pangkalpinang agar pergi ke gereja dengan keyakinan.

“Kalau gak yakin jangan pergi, tapi jangan minta pelayanan ke rumah alasannya takut dan khawatir. Di gereja sudah ada protokolnya pake masker, hand sanitizer dan duduk jaga jarak,”tutunya.

Antisipasi lain sudah diperhitungkan dalam situasi Ekaristi masa New Normal, maksimal gereja diisi 196 orang.

Jika ada umat yang terlambat maka pintu pagar gereja akan ditutup dan dianjurkan untuk mengikuti perayaan Ekaristi di jadwal selanjutnya.

“Ikuti arahan petugas. Kebiasaan umat datang cari tempat duduk sendiri, duduk di depan sulit dan biasanya terjadi penolakan. Sekarang ikuti arahan petugas. Kalau kata orang Bangka tu jangan bangpa,” katanya.

Andri Kris juga menyarakan agar terbiasa dengan kedisiplinan era new normal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Di antaranya perilaku membuang tisiu agar tidak dibuang begitu saja, namun harus dipastikan dibuang pada tempatnya.

(katedralpkp)

Penulis : Dhina
Editor : Dhina

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •