Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG – Minggu Pagi (5/7/2020) tepat pukul 08.00, Umat lansia KBG Santa Agnes wilayah IV berkumpul melaksanakan upacara penerimaan komuni.

Lima bangku disusun berjarak 1 meter antara umat lansia. Di bawah kanopi baja ringan sepanjang ibadah para lansia mendapat udara segar dan sinar matahari pagi yang hangat.

Lansia KBG Santa Agnes menerapkan protokol kesehatan jaga jarak. Merenggangkan tempat duduk dan mengenakan masker

KBG Santa Agnes duduk merenggangkan bangku mengikuti protokol kesehatan

 

Sebelum ibadah dimulai, para lansia mencuci tangan dengan sabun. Beberapa ada yang memilih menggunakan hand sanitizer yang dibawa dari rumah.

Upacara penerimaan komuni yang dipandu Pelayan Komuni Tidak Lazim (PKTL) berlangsung singkat sekitar 30 menit.

Lansia KBG Santa Agnes menerima komuni dari Pelayan Komuni Tak Lazim (PKTL)

Lansia KBG Santa Agnes menerima komuni dari Pelayan Komuni Tidak Lazim (PKTL)

Di antara Lansia KBG Santa Agnes, Samini (64) mengungkapkan perasaannya bisa menerima komuni kembali setelah tiga bulan tak hadir di gereja karena pandemi Covid-19.

“Puji Tuhan ibadah ini mengobati kerinduan, bisa menerima komuni. Meski memang rasanya ada yang kurang karena tidak bisa menginjakkan kaki di gereja,” ujar pensiunan tenaga medis di satu rumah sakit di Pangkalpinang ini.

Sepanjang ibadah berlangsung Samini merasa aman dan nyaman karena persiapan penerimaan upacara komuni telah memenuhi protokol kesehatan.

Para lansia mengenakan masker dari rumah dan tetap menjaga jarak. Usai upacara penerimaan komuni, para lansia KBG Santa Agnes bergegas kembali ke rumah masing-masing.

“Sambut komuni bersama teman-teman lansia di KBG ini bersyukur dan bahagia. Walau sekedar say hello dan tidak bisa ngobrol banyak,” kata Samini.

Samini saat menerima komuni

Juru Bicara Tim Kerja Penanganan Covid-19 Gereja Katedral Santo Yosef, Andi Kris sebelumnya menjelaskan upacara penerimaan komuni di rumah khusus untuk para lansia berusai 60 tahun ke atas.

Golongan lansia berusia 60 tahun ke atas lebih rentan tertular virus corona sehingga lebih aman agar menyambut komuni di rumah.

Para lansia yang menyambut upacara komini harus terdata dari Ketua KBG dan dikenal oleh Pelayan Komuni Tak Lazim (PKTL).

Waktu ibadah di rumah dibatasi dan Pelayan Komuni Tidak Lazim (PKTL) pada saat meletakkan hosti harus pelan-pelan.

“Kami buat data berapa orang dari tiap KBG, dari 9 wilayah ada 48 KBG diminta 550 orang,” jelas Andi Kris.

Perekrutant PKTL dimulai dengan mencari dan mendapatkan 16 orang anak muda yang bersedia menjadi PKTL sehingga jumlahnya bertambah menjadi 24 PKTL untuk Katedral Pangkalpinang dan 2 di Kapel Baciang.

“Per PKTL melayani 22 orang, memang berat karena setelah pulang gereja keliling rumah. Ada rumah besar mau menampung. Tapi ada yang gak mau karena takut namun harus dilayani.” tutupnya. (katedralpkp)

 

Penulis : Dhina
Editor : Dhina

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •