Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MINGGU BIASA 15
Yes 55: 10-11
Rm 8: 18-23
Mat 13: 1-23 (singkat 1-9)

1. FIRMAN ALLAH adalah Sabda kreatif, Sabda penuh daya cipta. Namun Sabda Allah harus dipahami dalam arti seluas-luasnya dari dua aspek yang berbeda, yaitu:

A. Sabda Ilahi yang kekal di dalam Allah:
“Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh 1: 1). “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia” (Yoh 1: 3a).
B. Sabda sebagai pewahyuan diri Allah keluar melalui karya penciptaan, dlm sejarah umat manusia, melalui para nabi, rasul2 dan tokoh2 beriman, dan terutama melalui Yesus Almasih, Sang Sabda yang menjelma jadi manusia.

Firman dalam arti seluas-luasnya ini kemudian dihimpun dalam Kitab Suci dan karena itulah KS disebut Sabda Tuhan.

2. Dalam Bacaan Pertama Firman itu oleh Nabi Yesaya diibaratkan dengan hujan yang turun dari langit, menyuburkan tanah, menumbuhkan benih, menghidupkan tetumbuhan, memberi makanan kepada semua makhluk hidup.

3. Tetapi Firman Allah menghasilkan buah yang berlimpah dalam hidup kita, bergantung pada sikap batin pendengar. Itulah yang dikatakan Yesus melalui perumpamaan dalam kisah Injil hari ini.

Ada 4 kemungkinan. Mari kita periksa diri masing-masing:

  • Apakah hatiku pinggir jalan, di mana benih dimakan burung atau diinjak-injak orang sehingga benih Firman tak bisa tumbuh?
  • Apakah hatiku tanah berbatu, di mana benih cepat tumbuh tapi tidak berakar, lalu mati sia-sia?
  • Apakah hatiku belukar liar yang menghimpit pertumbuhan benih itu sehingga tidak bisa menghasilkan buah?
  • Apakah hatiku lahan gembur yang diolah baik, di mana benih Firman bertumbuh subur dan menghasilkan buah berlimpah pada waktunya?
  1. DOA:

Tuhan, bukalah hati kami untuk menerima Firman-Mu, yang menyapa kami melalui Yesus Sang Sabda, Kitab Suci yang kami baca, melalui aneka peristiwa, dan kebaikan sesama yang kami jumpai tiap hari.

Semoga hati kami menjadi lahan subur yang siap menerima benih Firman yang akan menghasilkan buah berlimpah di musim panen. Kami mohon ini dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin.

Renungan Oleh :
Dr. Leo Kleden, SVD.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •