Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM — Kesempatan itu datang juga. Umat Kristiani di wilayah sepuluh Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang akhirnya boleh kembali merayakan Ekaristi, Sabtu (11 Juli 2020) Pk. 18.00 WIB. Masih dalam situasi pandemi, perayaan Ekaristi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan tata cara kenormalan yang baru. Prosedurnya kurang lebih sama; pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, masuk ke dalam gereja, dan duduk di tempat yang telah disediakan sesuai arahan petugas.

Kebijakan jaga jarak tetap diterapkan di Kapela St. Mikhael, Bacang. (KATEDRALPKP/WILLY SULUH)

Seluruh tempat duduk telah diatur sedemikian rupa, sehingga konsep ‘jaga jarak’ tetap terlaksana dengan baik. Tak lupa, masing-masing umat diminta untuk membawa handsanitizer dan tetap mengenakan masker selama perayaan Ekaristi berlangsung.

Ekaristi di Kapela Santo Mikhael (Bacang) sore itu dipimpin oleh Pastor Hendrawinata Pr. Pastor Hendra juga menjalankan protokol pemeriksaan suhu tubuh seperti umat yang lain pada saat datang. Ia juga menyempatkan diri melihat sarana-sarana kebersihan yang telah disediakan oleh tim gugus covid Kapela dan mempraktekkan pentingnya mencuci tangan sebagai salah satu cara penting pencegahan penularan covid-19.

Umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi sore hari itu memang tidak banyak. Sekitar dua puluh orang. Ekaristi pertama di masa pandemi ini memang secara khusus diperuntukkan bagi para pengurus KBG di wilayah sepuluh. Ada tiga KBG; Santo Mikhael, Santo Gabriel dan Santo Rafael. Dalam kondisi normal, Kapela dapat menampung sekitar dua ratusan umat, namun, penerapan konsep jaga jarak yang harus dipatuhi, membuat daya tampung kapela hanya menjadi sekitar empat puluh enam saja.

Meski begitu, tim gugus telah menyiapkan kursi-kursi tambahan seandainya jumlah umat melebihi daya tampung kapela. Umat tetap bisa mengikuti Ekaristi dengan duduk di pelataran sekitar kapela dengan tetap menjaga jarak aman satu dengan lainnya.

Beberapa menit sebelum Ekaristi dimulai, ketua wilayah, Sukendar memberikan pengantar dan beberapa penjelasan teknis yang perlu diperhatikan oleh umat selama Ekaristi berlangsung, mulai dari tata cara kedatangan sampai tata gerak liturgis di dalam kapela. Meskipun sederhana, Ekaristi berlangsung dalam keadaan yang khidmat. Tanpa perarakan seperti lazimnya, para petugas pelayan altar langsung menempatkan diri di tempat yang telah ditentukan.
Begitu juga pastor, langsung masuk dari sakristi, memberi penghormatan altar dan menuju panti imam.

Petugas mengecek suhu tubuh umat yang hendak mengikuti perayaan Ekaristi di Kapela St. Mikhael, Bacang. (KATEDRALPKP/WILLY SULUH)

Perayaan Ekaristi berjalan dengan lancar, semua peran dan petugas liturgis dikerjakan secara kolektif oleh tiga KBG. Setelah Ekaristi berakhir, ketua wilayah meminta seluruh umat yang hadir tetap tinggal untuk mengevaluasi ekaristi sore itu. Meskipun telah dipersiapkan semaksimal mungkin, ternyata tetap ada kekurangan di sana-sini. Namun, ketua wilayah menegaskan bahwa tidak perlu saling menyalahkan untuk setiap kekurangan itu. Semestinya justru menjadi kesempatan untuk melihat dan menyiapkan segala sesuatu menjadi lebih baik.

Pastor Hendra berfoto bersama petugas di sakristi, Kapela St. Mikhael, Bacang. (KATEDRALPKP/WILLY SULUH)

Tim gugus covid-19 Kapela memang telah mempersiapkan diri cukup lama. Bahu-membahu dan gotong-royong, umat wilayah sepuluh ikut berpartisipasi baik secara finansial, tenaga maupun pikiran untuk menyiapkan tata cara kenormalan baru dalam peribadatan. Semua persiapan itu dilakukan karena ada kerinduan yang besar. Rindu untuk merayakan ekaristi dan menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Kita memang berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir. Namun, selama pandemi covid-19 masih ada, kita mesti berdamai dengannya. Kita harus penuh kehati-hatian melaksanakan peribadatan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang telah dianjurkan, agar kegiatan ibadah tidak justru menjadi tempat penularan baru covid-19 di tengah masyarakat. (katedralpkp)

Penulis : Willy Suluh
Editor: caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •