Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Siang itu, di tengah kesibukan mempersiapkan peluncuran website, kru katedralpangkalpinang.com terlibat perbincangan santai dengan Pastor FX Hendrawinata, Pr yang belakangan menghabiskan hampir seluruh harinya di Ruang Perpustakaan Keuskupan Pangkalpinang. Tak banyak yang mengetahui bahwa sebelum berdirinya Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang yang sekarang, gereja pertama St. Yosef menempati lokasi di mana saat ini berdiri gedung pastoran.

Menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah perjalanan keuskupan ini, Pastor Hendra tak segan membagikan banyak informasi demi karya pewartaan dan hal-hal yang kiranya perlu untuk diketahui generasi penerus. Imam Diosesan kedua Keuskupan Pangkalpinang ini bercerita dulu pintu utama gereja lama St. Yosef Pangkalpinang menghadap Jalan Trem (pasar buah saat ini-red).

“Bangunan Ramayana saat itu belum ada. Dulu masih berupa lapangan bola. Baru belakangan menjadi terminal dan kemudian zaman Walikota Zulkarnain Karim menjadi pusat perbelanjaan,” ujar imam yang sempat menjadi Vikaris Jenderal (Vikjen) pada masa Mgr Hilarius Moa Nurak SVD selama 20 tahun ini.

Suasana sekitar Gereja St Yosef Pangkalpinang yang pertama, saat Gereja Katedral St. Yosef sekarang belum berdiri. Sisi kanan masih berupa lapangan bola, yang sekarang berdiri bangunan Ramayana. (DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

Berdasarkan buku petunjuk pastoral Keuskupan Pangkalpinang, Mei 1931 ditetapkan sebagai tanggal pendirian Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang yang saat itu disebut dengan istilah “Stasi Pusat Prefektur”, seiring dengan pemindahan kedudukan pusat Prefektur Apostolik Banka e Biliton dari Sambong ke Pangkalpinang.

“Saat itu gereja belum ada, maka untuk ibadat dan perayaan Ekaristi menggunakan salah satu ruang lantai pertama gedung dua tingkat yang selesai dibangun tahun 1931 di pinggir Sungai Rangkui (saat ini menjadi gedung SD Budi Mulia-red),” ujar Pastor Hendra.

Gereja St. Yosef sendiri mulai dibangun tahun 1933. Gereja ini diberkati Prefek Apostolik Banka e Biliton, Mgr Vitus Bouma SSCC pada 05 Agustus 1934 dengan Pastor Kepala Stasi ditunjuk Pater Benedictus Bakker SSCC. Di gereja St. Yosef ini, Mario Yohanes Boen Thiam Kiat, Pr (yang oleh warga Bangka biasa menyapa dengan sebutan Pastor Boen-red) ditahbiskan pada tanggal 25 April 1935 oleh Vikaris Apostolik Padang, Mgr Mathias Brans OFM Cap.

Tahbisan Pastor Boen di Gereja St. Yosef Pangkalpinang yang pertama. Pojok kanan bawah: Pastor Boen bersama adiknya (dua dari kanan) yang baru usai dibaptis oleh sang kakak. (DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

“Pastor Boen merupakan putra Bangka yang menjadi imam diosesan pertama Indonesia,” ujar imam yang kini memasuki usia 71 tahun ini.

Mgr Gabriel vd Westen SSCC berada di Panti Imam Gereja St. Yosef Pangkalpinang yang pertama. (DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

Seiring perkembangan waktu, Gereja St. Yosef lama sempat dipergunakan sebagai Kapela Biara Suster menyusul sudah berdirinya Gereja St. Yosef baru, yang dibangun tahun 1958. Biara suster ini (masih suster Belanda-red) sudah sejak tahun 1938 berlokasi di belakang Gereja St. Yosef yang lama. Biara ini kemudian kelak menjadi novisiat Suster KKS.

Pekerja membongkar Gereja St Yosef pertama tahun 1997 dengan latar belakang Gereja Katedral St Yosef yang sekarang. Foto diambil dari sisi Jalan Trem, Pangkalpinang (DOK. BERKAT JUNI 1997/REPRO/FENNIE)

Sewaktu rumah pastoran dan Keuskupan yang sejak tahun 1938 berlokasi di Jalan Kampung Jelutung (Jalan Solihin GP sekarang-red) pada tahun 1972 pindah ke novisiat KKS Jalan Gereja (sebelah Katedral sekarang-red), bangunan gereja lama dijadikan Ruang Pertemuan Paroki sampai dibongkar pada tahun 1997 untuk membangun pastoran dua tingkat yang baru. Pastoran lama juga kemudian dibongkar dan di lokasi itu dibangun Gedung Mario John Boen sekarang. (katedralpkp)

Penulis : caroline_fy
Editor : RD FX Hendrawinata


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •