Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MINGGU BIASA 16
Keb. 12: 13.16-19
Rm. 8: 26-27
Mat 13: 24-30 (singkat).

1. Kesabaran belaskasih Tuhan diungkapkan oleh Kitab Kebijaksanaan dalam Bacaan Pertama:
“Engkau, Penguasa yang kuat, mengadili dengan belaskasihan dan dengan sangat hati-hati memperlakukan kami” (12:18).

“Anak-anak-Mu Kau beri harapan yang baik ini: Apabila mereka berdosa, Kau berikan kesempatan untuk bertobat” (12: 19b).

2. Kesabaran belaskasih Tuhan inilah yang dilukiskan Yesus dalam perumpamaan tentang gandum dan ilalang.
Di tanah Palestina ada sejenis rumput yang nampak persis sama seperti gandum. Perbedaan baru nampak waktu mereka berbulir. Karena itulah tuan kebun membiarkan mereka tumbuh bersama sampai musim panen. Waktu itu gandum dihimpun dalam lumbung, sedangkan lalang dikumpulkan untuk dibakar.

3. Tuhan membiarkan semua manusia, yang baik maupun yang jahat, hidup bersama dalam masyarakat. Ia menerbitkan matahari bagi orang baik dan orang jahat, dan menurunkan hujan bagi orang benar dan tidak benar. Ia memberi kesempatan semusim saja daur hidup kepada orang baik untuk menghasilkan buah-buah kebajikan, dan peluang kepada orang jahat untuk bertobat dan berbuah baik.

4. Kalau ilalang dari kodratnya tetap lalang dan tidak pernah berubah jadi gandum, manusia dalam kemerdekaannya bisa beralih dari yang jahat kepada yang baik.

5. Kita berdoa agar Tuhan memampukan kita menjadi manusia yang baik. Roh Kudus menuntun dan membantu kita.
“Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan”.
(Rm 8: 16)

DOA:
“ Tuhan, daur hidup kami hanya semusim tanam di ladang gandum. Sinarilah kami dengan matahari rahmat-Mu, siramilah kami dengan hujan berkat-Mu, agar kami tumbuh dan menghasilkan buah untuk panenan abadi. Amin”

Salam kasih dan doa untukmu semua,
Leo Kleden SVD


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •