Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM –  Hari itu, tepat 71 tahun yang lalu, putra sulung pasangan Yohanes Fauzi Zen (Tjen Jung Fa) dengan Lusia Inawati (Tjia Jauw In) terlahir ke dunia. Dia adalah Hauw-Hauw, begitu ia biasa dipanggil oleh saudara-saudaranya. Semasa sekolah, kawan-kawannya memanggil dengan sapaan Tjen. Dialah yang kelak berganti nama menjadi FX Hendrawinata Tjen. Duapuluh enam tahun kemudian ia menjadi imam diosesan kedua di Keuskupan Pangkalpinang, setelah Pastor Boen (Mario Yohanes Boen Thiam Kiat/ Mario John Boen-red).

Pemilik motto tahbisan “Kesukaanku menjalankan kehendak-Mu, ya Tuhanku” (Mz. 40,9) ini ditahbiskan di Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang, 14 Desember 1975. Vikaris Jenderal (Vikjend) dua dekade era Mgr Hilarius Moa Nurak, SVD ini mengaku memiliki banyak kenangan terkait keberadaan Gereja Katedral St. Yosef, Pangkalpinang.

“Di gereja St. Yosef pertama yang menghadap Jalan Trem itu orang tua saya menerima Sakramen Perkawinan, di situ juga saya dan mama saya menerima Sakramen Baptis. Di Gereja Katedral yang sekarang saya menerima Sakramen Tahbisan Suci,” ujar imam yang hobi menunggangi motor vespa ini.

Sempat menjadi Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang dari tahun 1993 hingga 2000, rekam jejak imam projo satu ini layak mendapat apresiasi. Baik karena selama 20 tahun pernah menjadi Vikjend Keuskupan Pangkalpinang, juga karena dedikasinya di beberapa PT milik Keuskupan Pangkalpinang pada posisi pemegang saham dan komisaris.

Selain itu dan tak kalah penting, mantan rektor Seminari Menengah Mario Jhon Boen, Pangkalpinang, periode 2015 hingga 2017 ini, sejak Juli 2017 mengurus pengarsipan di Perpustakaan Keuskupan Pangkalpinang. Pada karya perwartaan, Pastor Hendra dua kali dipercayakan uskup kedua Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Hilarius untuk menjadi Delegatus Komisi Komunikasi Sosial (Komsos).

“Pertama dari tahun 1977 hingga 1982. Kedua, dari 16 Oktober 1998 hingga 03 Januari 2018,” tutur imam yang bersama tim pernah menorehkan sejarah menjadi perintis Radio Palupi, cikal-bakal Radio Sonora Bangka ini.

“Buku Sejarah” yang Hidup

RD FX Hendrawinata saat berada di ruang kerjanya, Perpustakaan Keuskupan Pangkalpinang. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Terpisah, Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, RD Laurensius Yustinianus yang diminta pendapatnya tentang sosok Romo Hendrawinata berkata, “Beliau adalah salah satu imam senior di keuskupan ini. Dan salah satu sosok yang sangat mengenal dengan baik sejarah gereja Keuskupan Pangkalpinang ini. Maka ketika kita berbicara tentang gereja Keuskupan Pangkalpinang, beliau selalu mengajak kita untuk melihat sejarah perjalanan gereja di keuskupan ini, dan beliau sangat detail memahami dan menjelaskannya.”

Romo Yustin melanjutkan, Romo Hendra boleh dikatakan satu-satunya imam di keuskupan ini yang tahu persis dan memahami sejarah gereja Keuskupan Pangkalpinang dengan dinamika perkembangannya.

“Kalau bertanya tentang perjalanan sejarah gereja Keuskupan Pangkalpinang, Romo Hendra adalah “buku sejarah” yang hidup. Beliau  tahu persis hal ini karena di satu pihak beliau juga adalah bagian dari sejarah perjalanan gereja di keuskupan ini, juga tentu dengan latar belakang bidang ilmu pengetahuan yang dimilikinya dan ketekunan serta keseriusan beliau dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber-sumber (studi perpustakaan: buku-buku, literatur-literatur atau dokumen gereja) yang berbicara tentang gereja Keuskupan Pangkalpinang,” tutur Rm Yustin.

Menurut Rm Yustin, berbicara tentang sejarah gereja keuskupan, Romo Hendra adalah penutur kisah sejarah yang menarik, paham dengan baik tentang apa yang sedang dikisahkannya.

“Sehingga dengan mengisahkan kembali sejarah gereja, sebenarnya Romo Hendra sedang mewartakan Karya Roh Kudus dalam pewartaan Injil di keuskupan tercinta ini,” ujar imam yang dua tahun terakhir berkarya di Paroki Katedral Pangkalpinang ini.

Selain itu, di mata Parokus, Rm Hendra adalah sosok imam yang dekat dengan umat dan dicintai oleh banyak umat.

“Meskipun beliau tidak bertugas di paroki sudah sekian tahun, tapi selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi umat yang ada di sekitar Pangkalpinang ini. Setiap Hari Raya Imlek, Natal atau Paskah, beliau rajin mengunjungi umat dari rumah ke rumah dengan motor vespa kesayangannya,” lanjut Rm Yustin.

Hal-hal yang dilakukan Rm. Hendra, menurut Rm Yustin membuat umat mencintainya.

“Kesan lain tentang beliau adalah sosok yang rendah hati dan selalu siap membantu kapan saja bila kita meminta bantuan. Beliau memiliki hubungan-hubungan mendalam dengan umat yang dilayaninya, tempat-tempat di mana beliau pernah berkarya, dan komunitas yang ia temui dalam peziarahannya hingga hari ini. Saya percaya Romo Hendra dengan caranya membawa kita semua ikut serta dalam peziarahan gereja Keuskupan Pangkalpinang. Selamat Ulang Tahun Romo Hendrawinata. Jaga kesehatan selalu. Kami mencintai Romo dan Tuhan memberkati,” tutup Romo Yustin. (katedralpkp)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •