Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian Rabu, 22 Juli 2020
Yoh 20:1.11-18

Saudara/i yang terkasih,

Hari ini gereja semesta merayakan Pesta Orang Kudus St. Maria Magdalena. Pribadi yang sering dikisahkan sebagai pendosa ini memiliki nilai unggul di hadapan Tuhan yakni “kekudusan“; ia adalah seorang pendosa yang senantiasa mengarahkan diri kepada kekudusan dan pada akhirnya menjadi kudus.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Maria Magdalena memberitakan kepada para murid bahwa kubur Yesus kosong. Maria menangis, bukan saja karena asumsi mayat Yesus diambil orang, tetapi juga karena orang yang ia kasihi mati dan tidak dapat dikuburkan secara layak menurut tata aturan dan budaya Timur Tengah. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kisah kematian Saul dan anak-anaknya dalam 1 Samuel 31: 9-13, “Orang-orang yang gagah perkasa dari Yabesh-Gilead memberanikan dirinya untuk menurunkan keempat mayat itu dari tembok kota musuh mereka di Bet-Sean, dan menguburkannya secara layak. Mereka mengambil risiko yang amat besar, karena kepentingan penguburan yang layak bagi raja mereka”.

Bertolak dari injil hari ini dan kisah hidup Maria Magdalena, kita dihantar untuk semakin menyadari bahwa pengalaman perjumpaan Maria Magdalena dengan Yesus mampu mengubah hidupnya; ia yang semula pendosa bisa menjadi kudus. Karena itu, kita semua mempunyai peluang yang sama untuk menjadi kudus ketika kita menjumpai Yesus dalam doa dan dalam diri sesama kita, mampu untuk selalu bersyukur, dan menerima kekurangan sesama terkhusus mereka yang kita kasihi, seperti Yesus yang menerima Maria Magdalena.

Doa:
Tuhan, tambahkanlah imanku aku agar aku selalu dimampukan untuk mengarahkan diri kepadaMu, bersyukur dalam segala hal, dan menerima kekurangan sesama . Amin. (***)

Oleh : Rm. Yopi Sogen, Pr


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •