Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Minggu (26 Juli 2020)

Dalam bacaan pertama, Allah bertanya kepada Salomo apa yang dia inginkan. Apakah umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuh?
Bagi Salomo, yang paling berharga dalam hidupnya sebagai raja bukanlah umur panjang, bukan pula kekayaan, apalagi kematian musuhnya.
Yang  paling berharga adalah hikmat dan pengertian. Dengan itu ia dapat menimbang segala perkara dengan bijaksana, tahu mana yang baik dan mana yang jahat.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.  (Rom 8:28).

Karena itu kita sampai sekarang mengenal raja Salomo sebagai raja yang paling bijaksana. Ia tidak takut kehilangan nyawa, kehilangan harta, kehilangan kedudukan.
Ia hanya menginginkan kebijaksanaan dari Allah.
Ketika kita menyerahkan keputusan kepada kebijaksanaan Allah maka yang terjadi adalah kebaikan.
Ketika kita membiarkan Allah meraja dalam setiap keputusan kita, maka di situlah ada kebijaksanaan.

Kerajaan Surga adalah tempat di mana Allah meraja, bisa juga meraja dalam hati dan pikiran kita.
Kalau Kerajaan Surga ada dalam hati dan pikiran, maka segala keputusan dan tindakan kita mendatangkan kebaikan. Keadaan di mana Allah meraja itulah yang paling berharga dalam hidup kita. Lebih berharga dari apapun yang kita miliki.

Dalam injil hari ini Yesus mengumpamakan hal kerajaan Surga itu seperti mutiara terpendam. Setelah menemukan mutiara yang paling berharga itu, ia menjual semua miliknya, lalu membeli mutiara itu.
Maka dalam situasi pandemi ini, mari kita mohon agar Allah meraja dalam hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat bijaksana memutuskan yang baik bagi hidup kita, keluarga kita, sesama kita.(*)

Oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •