Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Berjalan dengan langkah perlahan sesaat sebelum perayaan Ekaristi berlangsung di Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang, Rabu (29/07/2020) Pk 17.00 WIB sore itu, sesosok perempuan mungil dengan rambut memutih duduk di barisan depan paling luar deretan kursi calon baptis. Duduk di samping kirinya adalah sang anak, Lusiana Gunawati yang juga hendak dibaptis.

Perempuan berusia senja itu sesekali dibisiki perempuan muda yang duduk di belakang kursinya. Dia adalah Tjhia A Hong yang memilih nama baptis Theresia. Nenek tua berusia 82 tahun ini kepada katedralpangkalpinang.com mengaku memilih menjadi Katolik karena almarhum cucunya.
“Cucu saya sudah meninggal, dia Katolik. Mama cucu saya ini juga mau masuk Katolik. Jadi saya ikut. Susah kalau beda (agama-red),” ungkapnya.

Theresia Tjhia A Hong menerima komuni dari Romo Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, RD Yustin. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Meski pendengarannya mulai berkurang, pho-pho dari almarhum Hendri ini setia mengikuti seluruh rangkaian Ekaristi hingga usai. Hari itu, dia beserta enam baptisan baru lainnya menerima Sakramen Baptis dan Ekaristi sekaligus. Anggota KBG St. Fransiska dari Roma ini belajar Katolik di bawah pendampingan sang Ketua KBG, Cornelius Hengki.

Menjadi Manusia Adam atau Yesus Kristus adalah Pilihan
Romo Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, RD Laurensius Yustinianus yang sore itu memimpin Ekaristi dalam homilinya menyatakan saat seseorang dibaptis, ia dari ras Adam menjadi ras Yesus Kristus.
“Menjadi ras Adam yang baru. Dalam pembaptisan diri kita yang lama mati. Hanya ada dua jenis manusia. Pertama, jenis manusia Adam. Kedua, jenis manusia Kristus. Jenis manusia Adam adalah manusia yang ingkar janji, sedangkan yang kedua adalah manusia yang dilahirkan kembali,” tutur sang parokus.

Theresia Tjhia A Hong dan anaknya Lusiana Gunawati berfoto bersama wali baptis dan Romo Paroki, RD Yustin usai menerima Sakramen Pembaptisan dan Ekaristi. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Romo Yustin melanjutkan, melalui pembaptisan seseorang memiliki ras yang baru. Identitas baru. Ras manusia Yesus Kristus.
“Tinggal pilih, setelah dibaptis mau kembali lagi menjadi ras-nya Adam yang selalu ingkar janji, tidak setia, mengkhianati imannya, macam-macam. Atau menjadi manusia Yesus Kristus, berarti kita juga harus selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk setia dengan iman kita. Dan kita dibaptis menjadi bagian dari tubuh Kristus yakni Gereja,” pesannya. (katedralpkp)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •