Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (01 Agustus 2020)

Seorang nabi menjadi corong pengeras suara Allah. Ia menyalurkan pesan Allah kepada umatnya. Tidak jarang seorang nabi mendapat tentangan dari para penguasa, pemuka agama bahkan umatnya. Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh. (Yer 26:24)

Tidak semua nabi seberuntung nabi Yeremia. Yohanes Pembaptis dipenggal kepalanya karena kelicikan Herodias. Herodias menyodorkan anak perempuannya untuk menghibur raja Herodes sehingga menjanjikan hadiah apapun kepadanya. Herodias tidak menyukai teguran Yohanes Pembaptis. Ia ditegur berhubung pernikahannya yang tidak halal. Ketika ada kesempatan meminta hadiah kepala Yohanes, maka kesempatan itu tidak disia-siakan.
Matilah Yohanes Pembaptis karena menyuarakan kebenaran.

Demikian juga dialami Yesus Tuhan kita, nabi yang paling agung. Ia diludahi, ditelanjangi, dan disalibkan. Namun demikian setelah semua pengorbanan nabi, pengikutnya bukan malah berkurang, melainkan bertambah banyak.

Saudara-saudari, janganlah takut untuk menjadi nabi zaman sekarang. Suarakan kebenaran Allah apapun risikonya. Meski nampaknya suara kita sia-sia, namun percayalah bahwa yang benar akan tetap dibenarkan oleh Allah.

Saya pernah mengalami sendiri. Saya merasa suara saya tidak diperhitungkan, saya merasa tidak didengarkan. Dunia tidak berubah. Tapi setelah sekian tahun kemudian, ternyata kebenaran terungkap. Sabda Tuhan dan kebenaran-Nya tidak akan pernah sia-sia. (*)

Renungan Oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •