Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian

Rabu, 05 Agustus 2020

Pekan Biasa ke-XVIII
Yer. 31:1-7: Mzm Yer. 31:10,11-12ab,13: Mat. 15:21-28

“Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Pada hari ini kita mendengar Tuhan berbicara kepada umat Israel melalui Yeremia. Tuhan bersabda: “Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Perkataan Tuhan ini sekaligus menjadi janji Tuhan bagi bangsa Israel. Ia membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, mendampingi mereka selama peziarahan di padang Gurun. Semuanya mau menunjukan betapa besar kasih Allah kepada mereka, meskipun mereka selalu jatuh ke dalam dosa  yakni melawan Tuhan dan menyembah berhala. Tuhan tetaplah Allah yang berbelas kasih kepada umat-NYA. Tuhan sendiri bersabda: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” (Yer 31:3). Belas kasih Tuhan itu abadi dan Ia setia mengasihi umat manusia serta menyelamatkannya. Ini adalah gambaran Allah sebagai seorang gembala yang baik dan setia menjaga kawanan domba-Nya, sebagaimana diungkapkan dalam mazmur tanggapan

Sikap kegembalaan inilah yang dihadirkan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan semua orang. Hal ini tampak ketika Ia berada di Tirus dan Sidon, di mana seorang wanita Kanaan, orang asing, yang dianggap sebagai yang tidak layak mendapat keselamatan karena bukan orang Israel, kepada Yesus ia berkata: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” (Mat 15:22). Dialog pun kemudian terjadi antara Tuhan Yesus dan wanita itu, yang kesannya seolah Tuhan Yesus tidak peduli dengan situasi yang sedang dihadapi oleh wanita itu, dan juga terhadap apa yang dimohonkan kepada Yesus, meskipun wanita itu mendekati kaki-Nya dan memohon  memohon: “Tuhan, tolonglah aku.” (Mat 15:25).  Namun dalam konteks dialog ini, sebenarnya Yesus menguji iman perempuan dari Kanaan tersebut, yang ternyata dijawab dengan iman yang teguh, sehingga akhirnya Yesus menyembuhkan anaknya (Mat 15:28)

Apa pesan Injil hari ini bagi kita

Pertama, sikap ibu yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak menggoyahkan hatinya untuk memohon pertolongan. Sang wanita ini percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya. Dan mungkin saja selama ini telah mengenal Yesus melalui cerita orang, atau meliha dan mendengar dari jauh, dan kemudian ia mencari Yesus, dan kini ia menemukan Yesus dengan imannya. Sehingga dengan penuh kepercayaan dan dalam keredahan hati ia mohon Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Dn sikapnya inilah yang membuatnya layak mendapat pujian dari Tuhan Yesus: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Kedua, Pengenalan kita yang benar terhadap seseorang membuat kita percaya kepadanya. Sikap percaya pasti dilandasi oleh suatu keyakinan akan sesuatu yang belum terjadi namun berhadap memperoleh yang terbaik, wanita Kanaan ini percaya bahwa anaknya akan disembuhkan, meskipun ia sadar bahwa ia akan mengalami penolakan untuk memperoleh kesembuhan bagi anak yang dikasihinya. Kepercayaan yang mendalam kepada Yesus, memampukan ia tidak putus asa, dan dengan tekun dan setia memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya..Ia membutuhkan Yesus dan keselamatan-Nya. Pesan bagi kita adalah bahwa orang yang memiliki iman yang mendalam kepada Yesus, akan selalu setia mencari jalan untuk menunjukkan iman sekaligus kasih-nya kepada Yesus, meskipun begitu banyak halangan yang merintanginya. Dengan ketekunan dan kesetiaan ini, maka kepada kita ketika memohon sesuatu kepada Yesus, IA pun akan berkata: Hai anak-KU, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Renungan Oleh: RD Yustin 

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •