Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Romo Niko, begitu biasa ia disapa.  Anak sulung dari lima bersaudara pasangan Matias Laba Lolon dengan Juliana Barek Koban ini di mata rekan imamnya adalah pribadi yang setia pada komitmen.
“Ia memegang komitmen. Paling tidak sampai saat ini tetap setia sebagai seorang imam yang berpegang pada janji kesetiaan imamatnya. Saya percaya kesetiaan yang ia pegang sampai saat ia dipanggil Tuhan ini menjadi hadiah dari Tuhan untuk Romo Niko kembali kepada Bapa di surga,” ujar Romo Samuel Pr saat memimpin upacara pemakaman di Pekuburan Katolik Jalan Koba, Pangkalpinang, Rabu (05/08/2020) siang.

Selain Romo Samuel, Romo Paschalis Saturnus Pr juga ikut menegaskan tentang pribadi kelahiran 53 tahun silam ini. Di mata Romo Paschal, Almarhum Rm Niko adalah pribadi yang luar biasa.
“Ia tetap setia menjadi imam sampai dipanggil kembali oleh Tuhan. Saya bersyukur boleh bersama-sama dengan beliau sebulan terakhir di RS St. Carolus, Jakarta, bersama saudara-saudara yang lain. Menurut saya Romo Niko seorang yang luar biasa, tegas dan punya komitmen. Dalam pergaulan dia pun dekat dengan orang muda. Meriah dan bersemangat. Saya bersyukur boleh mengenal beliau dan berharap kebaikan-kebaikan yang sudah beliau berikan boleh kami jaga dan wariskan dalam melayani umat,” tutur Romo Paschal kepada katedralpangkalpinang.com usai upacara pemakaman.

Alam Pun Ikut Mengantar Kepergiannya

Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM didampingi Romo Paschal Pr dan Romo Martin Moron Pr memberikan penghormatan. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Hari itu, Rabu (05 Agustus 2020) sekitar Pk 09.30 WIB jenazah Romo Nikolaus Duli Lolon Pr tiba di halaman Gereja Katedral St. Yosef, Pangkalpinang. Para imam menyambut jenazah Romo Niko. Selang beberapa waktu kemudian Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM didampingi Romo Paschal Pr dan  Romo Martin Moron Pr masuk dari pintu utama menuju altar. Ekaristi requiem pun dimulai. Usai Ekaristi requiem, jenazah Romo Niko diberangkatkan menuju pekuburan Katolik Jalan Koba, Pangkalpinang.

Adik dan sepupu dari Almarhum Romo Niko menabur bunga usai upacara pemakaman di Pekuburan Katolik Jalan Koba, Pangkalpinang. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Seakan alam ikut mengantar kepergian Romo Niko, sejak pagi mentari enggan beranjak dari peraduan. Awan bergelayut menyelimuti Ibukota Provinsi Bangka Belitung sepanjang hari itu. Tak ada hujan, rintik pun turun hanya beberapa tetes di sekitar areal pemakaman. Sepanjang hari sepertinya alam tak ingin para pelayat kepanasan maupun kehujanan. Alam seakan ikut mengiringi kepergian imam yang ditahbiskan di Gereja St. Perawan Maria Yang Tak Bernoda, Lekebai, Maumere, 19 September 1999 ini. Selamat jalan Romo Niko. Beristirahatlah dalam damai. Sampai jumpa di keabadian. (katedralpkp)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •