Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Pribahasa mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.” Dari tempat peristirahatan terakhir, setidaknya dua rekan imam Romo Niko memberi kesaksian yang sama atas kisah hidupnya.

“Ia memegang komitmen. Paling tidak sampai saat ini tetap setia sebagai seorang imam yang berpegang pada janji kesetiaan imamatnya. Saya percaya kesetiaan yang ia pegang sampai saat ia dipanggil Tuhan ini menjadi hadiah dari Tuhan untuk Romo Niko kembali kepada Bapa di surga,” ungkap Romo Samuel Pr saat memimpin upacara pemakaman di Pekuburan Katolik Jalan Koba, Pangkalpinang, Rabu (05/08/2020) siang.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Romo Paschalis Saturnus Pr, “Ia tetap setia menjadi imam sampai dipanggil kembali oleh Tuhan.”

Berikut rangkaian prosesi pemakaman Romo Niko menuju peristirahatan terakhir. (katedralpkp)

Jenazah Romo Niko di bawa ke depan altar Gereja Katedral St. Yosef, Pangkalpinang. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM mendupai jenazah. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Adik, sepupu dan kerabat dekat Almarhum Romo Niko memberi penghormatan terakhir kepada sang imam. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Romo Samuel Pr mendupai jenazah Romo Niko sesaat sebelum peti diturunkan ke liang lahat. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Keluarga dan pelayat menabur bunga di atas peti jenazah Romo Niko. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Adik, sepupu dan kerabat dekat Almarhum Romo Niko memberi penghormatan terakhir kepada sang imam. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Saudara dan para pelayat menabur bunga di atas makam Romo Niko. (KATEDRALPKP/FENNIE)

Uskup dan para imam turut menabur bunga di atas makam Romo Niko.  (KATEDRALPKP/FENNIE)

Peristirahatan terakhir Romo Niko berada di sebelah makam RD Frans Atbau (KATEDRALPKP/FENNIE)

 

 

 

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •