Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Jumat (07 Agustus 2020)
Pekan Biasa ke XVIII tahun A

Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7: Mzm Ul 32:35cd-36ab,39abcd,41: Mat. 16:24-28

Pada hari ini Tuhan Yesus memberikan beberapa syarat kepada para murid yang mengikuti-Nya. Yesus ingin memurnikan motivasi para murid yang selama ini mengikuti Dia, mendengar pengajaran-Nya dan menyaksikan mujizat-mujizat serta karya yang dilakukanYesus. Motivasi Gereja atau umat Allah saat ini adalah untuk menyerupai Yesus dalam segala hal. Maka Yesus menghendaki supaya perlu menyangkal diri, memikul Salib dan mengikuti-NYA.

Yesus berkata: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.” (Mat 16:24).

Syarat pertama menyangkal diri. Menyangkal diri berarti menempatkan kebenaran dan kehendak Allah lebih tinggi daripada keinginan pribadi. Hal ini tidak mudah, karena kita sering melakukan sesuatu yang kita anggap gampang dan menguntungkan kita, tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh Tuhan dalam kehidupan kita dan apakah sesuatu yang kita lakukan itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Syarat ini harus disertai dengan pertobatan yang terus-menerus, karena penyangkalan diri melibatkan kerendahan hati – yang menjadi dasar dari pertobatan dan spiritualitas Katolik. Penyangkalan diri yang terus-menerus yang didasari oleh kebenaran dan kasih kepada Allah, akan semakin membuat diri kita menjadi semakin mirip dengan Kristus. Dan penyangkalan diri akan membawa kita kepada kebebasan, karena kebenaran adalah membebaskan (lih. Yoh 8:32). Dengan kebebasan yang benar ini, maka kita juga akan semakin mengikuti perintah Allah dengan lebih mudah dan lebih siap sehingga menjadi bagian dan kebiasaan dari jiwa kita.

Syarat kedua adalah memikul salib. Memikul salib berarti rela berkorban dan menderita demi kepentingan Yesus dan Kerajaan-Nya Artinya salib adalah semua penderitaan yang kita alami secara pribadi, entah besar atau kecil supaya menghasilkan kebahagiaan bagi sesama manusia. Jadi menerima penderitaan ini harus dilandasi oleh kasih kepada Allah (lih. 1Kor 13:3) dan kebenaran akan Kristus (lih. Mt 5:10-11). Tuhan Yesus berkata: “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya demi Yesus sendiri maka iaakan memperolehnya.” (Mat 16:25). Artinya, bila orang rela berkorban bahkan sampai kehilangan nyawa demi Yesus dan Kerajaan-Nya, ia akan mendapat pahala yang indah di akhirat yakni hidup kekal.

Syarat ketiga adalah mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus berarti menyerahkan diri kepada Yesus dalam ketaatan yang sempurna. Seorang pengikut Yesus harus selalu mengikuti jejak Kristus, Sang Guru. Mengikuti berarti menjalankan Sabda-Nya: perintah dan ajaran-NYA, meniru sikap dan perbuatan-perbuatan Yesus, sehingga menjadi bagian dari diri dan hidup kita.

Semoga Tuhan, menganugerahkan Roh Kudus agar menguatkan kita sehingga kita sanggup untuk mengikuti-NYA dengan rela menyangkal diri dan setia memikul salib kita setiap hari. Tuhan memberkati kita.(*)

Renungan Oleh:
RD Laurensius Yustinianus T.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •