Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (08 Agustus 2020)
Minggu Biasa XVIII
(Hab 1:12-2:4, Mat 17:14-20)

Allah menghukum Bangsa Israel. Hukuman tidak langsung dari Allah, tetapi lewat Bangsa Kasdim. Nabi Habakuk tidak menyetujui proses penghukuman seperti itu, maka dia protes kepada Allah. Menurut Nabi Habakuk Bangsa Kasdim itu adalah bangsa yang lebih jahat, lebih besar dosanya. Mengapa Allah memakai Bangsa Kasdim untuk menghukum Bangsa Israel, yang secara moral dan iman lebih bagus dari Bangsa Kasdim? Nabi Habakuk mempertanyakan letak keadilan Allah bagi Bangsa Israel.

Nabi Habakuk masih tetap percaya akan keadilan Allah dan menanti jawaban dari Tuhan. Jawaban Tuhan harus dinantikan dengan iman karena keadilan Allah akan ditegakkan pada waktunya. Orang yang percaya tidak akan goyah imannya dan menanti dengan taat sampai diselamatkan. Hukuman akan datang bagi mereka yang tidak bertobat, tetapi pemulihan bagi mereka yang beriman dan bertobat.

Para murid mengeluh kepada Yesus ketika mereka tidak dapat menyembuhkan seorang penyakit ayan. “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu? Yesus menjawab kepada mereka, “Karena kamu kurang percaya, sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi kamu dapat melakukannya”.

Allah adalah Kasih telah berkarya dalam setiap waktu untuk keselamatan manusia. Allah telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memaknai waktu hidupnya. Manusia yang membuka diri dan beriman kepada Allah serta bertobat terus-menerus akan mendapatkan keselamatan, sedangkan manusia yang tegar hati dan menutup diri dari rahmat Allah akan mendapatkan kekerdilan; hidup menjadi tidak berbuah dan tidak produktif. Allah yang Maha Adil akan memberikan takaran keadilan-Nya kepada manusia berdasarkan produktivitas iman, harap dan kasih dari masing-masing orang.(*)

Renungan Oleh:
RD Yos Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •