Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Rabu (12 Agustus 2020)

Injil hari ini, Rabu 12 Agustus 2020 dan besok kita membaca dan merenungkan Tema Kehidupan Komunitas. Injil hari ini berbicara tentang koreksi persaudaraan (Mat 18,15-18) dan doa bersama (Mat 18,19-20); sedangkan  besok, 13 Agustus, Injil berbicara tentang pengampunan (Mat 18,21-22);  rekonsiliasi. Agar rekonsiliasi dimungkinkan diperlukan kemampuan kita untuk berdialog dan memaafkan, karena dasar dari persaudaraan kita adalah kasih Tuhan. Memang, tidak mudah memaafkan. Rasa benci, ketegangan, bentrok, perbedaan pendapat, pelanggaran, provokasi membuat pengampunan dan rekonsiliasi menjadi sulit.

Tema Komunitas yang dibicarakan penginjil Mateus dalam bab 18: 1-35, menunjukkan bahwa pada akhir abad pertama, komunitas-komunitas kristiani memiliki bentuk katekese yang sangat konkret. Misalnya, tentang apa yang perlu dilakukan oleh komunitas bila terjadi konflik antara anggota komunitas dan bagaimana menemukan kriteria untuk menyelesaikan konflik. Matius menyatukan kata-kata Yesus untuk membantu komunitas akhir abad pertama untuk mengatasi dua masalah paling akut yang mereka hadapi saat itu, yaitu keluarnya beberapa anggota karena skandal dan perlunya dialog untuk mengatasi kekakuan beberapa anggota dan untuk menerima kembali orang-orang yang pernah meninggalkan komunitas, atau orang-orang orang sederhana ke dalam komunitas.

1.    Koreksi Persaudaraan: Ada aturan sederhana tentang cara menghadapi konflik dalam komunitas. Jika ada saudara atau saudari yang berdosa, jika mereka berperilaku tidak sesuai dengan kehidupan komunitas, jangan langsung dicela. Pertama-tama, cobalah berbicara langsung dengan mereka. Kemudian kita perlu mencari tahu alasan-alasan dan dari tindakan mereka. Jika tidak ada hasil yang dicapai, maka dua atau tiga orang dari komunitas tersebut harus dibawa untuk berdialog. Hanya dalam kasus-kasus ekstrim masalah tersebut harus diungkapkan kepada seluruh komunitas. Dan jika orang tersebut tidak mau mendengarkan komunitas, maka anggaplah dia sebagai seseorang yang bukan bagian dari komunitas, sebab dengan cara itu ia sendiri mengucilkan dirinya dari komunitas.

2.    Doa Bersama: Pengucilan diri oleh mereka yang tidak mau mendengarkan komunitas, tidak berarti bahwa orang tersebut ditinggalkan begitu saja. Tidak! Ia bisa saja tidak menjadikan dirinya bagian dari komunitas, tetapi ia tidak akan pernah lepas dari kasih Tuhan. Maka jika komunitas tidak dapat menyelesaikan masalah itu, ada selalu kesempatan  dalam hal perbincangan dalam komunitas tidak membuahkan hasil, dan orang tersebut tidak mau berintegrasi ke dalam kehidupan komunitas, kesempatan terakhir adalah berada bersama Bapa untuk mendapatkan anugerah rekonsiliasi.

Hal itu dijamin oleh Yesus sendiri: “Jika dua dari kamu di bumi setuju untuk meminta sesuatu, Bapaku yang di surga akan memberikannya kepadamu. Karena di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku di tengah-tengah mereka”. Kehadiran Yesus di dalam komunitas menjadi jaminan bahwa permohonan kita didengarkan oleh Bapa. Yesus adalah pusat hidup komunitas dan oleh karena itu, bersama dengan komunitas, Dia akan selalu berdoa bersama kita kepada Bapa, sehingga Dia dapat memberikan hadiah kembali kepada saudara atau saudari yang “memisahkan dirinya” dari komunitas.

TAK SEORANGPUN DAPAT MENGUCILKAN SAUDARA-SAUDARI SEKOMUNITASNYA, KECUALI OLEH KEMAUAN YANG BERSANGKUTAN. (*)

Renungan Oleh:
RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •