Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MENGAMPUNI

Angka 7 adalah angka sempurna, dimana Allah memberkati hari ke 7 saat paripurna dan menjadikannya hari Sabat

“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu”. (Kej 2:2)

Angka tujuh puluh berhubungan dengan perhitungan batas maksimal umur manusia, kalau Tuhan memberikan kekuatan hingga lebih dari yang ditentukan, itu adalah sebagai anugerah dari Tuhan.

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap”. (Mzm 90:10)

Tradisi Israel, setelah 7 kali 7 tahun (= 49 tahun), maka tahun ke-50 akan menjadi tahun Jobel dimana terjadi pembebasan total bagi mereka yang menjadi budak atau mengalami penjajahan.

Maka saya menangkap perintah Yesus mengampuni 70×7 kali bukan soal matematik. Itu bukan berarti mengampuni sampai 490 kali, tetapi mengampuni secara sempurna, yaitu memberikan pembebasan kepada yang bersalah kepada kita.

Jangan sampai kesalahannya dibawa mati. Kita membayangkan betapa sukarnya mengampuni seperti itu.

Sebetulnya selama ini kita keliru memahami pengampunan itu. Kita seringkali menyamakan antara mengampuni dan melupakan. Yang kita coba lakukan adalah melupakan. Padahal tidak berhasil. Hanya Tuhan yang tidak ingat-ingat lagi kesalahan. Kalau kita manusia masih ingat. “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?” (Mzm 130:3)

Yang seharusnya kita lakukan adalah mengampuni dengan bantuan Tuhan. Peristiwa atau orangnya mungkin masih kita ingat, tetapi peristiwa atau orang itu tidak lagi melukai saya.

Maka mari memutuskan untuk mengampuni bukan melupakan. Tentu saja dengan bantuan rahmat Tuhan….dengan mengingat segala kebaikan Tuhan bagi saya. Tuhan lebih dahulu mengampuni saya meski saya berulang kali bersalah.

Contoh yang paling indah saya rasa adalah santo Yohanes Paulus II yang mengampuni Mehmet Ali Agca, yang telah berusaha membunuhnya, dengan menembaknya pada 13 Mei 1981.

Renungan Oleh:
RD Yosef Setiawan

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •