Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian (Jumat, 14 Agustus 2020)

Bacaan            1: Yeh (16:1-15.60.63)

Injil                    : Mat (19:3-12)

Para saudara/i yang terkasih …

Yesus dalam injil hari ini berbicara tentang kesetiaan. Tentu kesetiaan yang dimaksudkan bukan sekedar setia menjalankan tugas dan kewajiban namun perjuangan untuk menghidupi komitmen yang telah disepakati.

Perjuangan ini tidak semuda menghidupkan tombol on/of HP. Perjuangan itu penuh dengan duri dan onak. Ada amarah, tangis dan cinta yang mekar.

Kesetiaan yang dibicarakan Yesus itu berkaitan dengan suami isteri. Yesus tegas mengatakan sejak semula pria meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Satu yang utuh dan tak terpisahkan. Masing-masing menerima kekurangan dan kelebihan. Setia dalam untung dan malam, di waktu siang dan malam hari. Yesus dengan tegas menolak perceraian sebab perkawianan bukan transaksi. Perkawinan itu luhur dan sakramen.

Para saudara/i yang terkasih …

Yesus pada hari ini mengajak kita untuk mengenang dan mengingat kembali komitmen-komitmen yang telah kita sepakati baik secara pribadi maupun bersama orang lain. Bukan hanya komitmen suami isteri pada janji perkawinan. Bisa juga komitmen-komitmen yang lain. Komitmen mengisi waktu luang dengan melakukan aktivitas atau pekerjaan yang produktif. Komitmen mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Komitmen membantu orang-orang yang kurang beruntung sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat Tuhan dan lain sebagainya.

Yesus tidak menjanjikan bahwa menjalankan komitmen bukan tanpa masalah. Selalu saja ada aral melintang. Ia selalu setia menyertai dan menolong kita selama-lamanya.

Renungan oleh: Rm Da Silva

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •