Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Beragam jenis bunga Anggrek dapat ditemui di Kebun Bunga Anggrek Santa Corona Yung Fo, Keuskupan Pangkalpinang.

Masa pandemi Corona (Covid-19) ternyata memunculkan ide untuk mengaktifkan kembali lahan tanaman hias yang pernah ada di tahun 90-an .

Penggagas Kebun Bunga Anggrek Santa Corona, Pastor Samuel menceritakan awal menanam bunga di lahan seluas 150 meter persegi.

Kebun Anggrek St Corona Yung Fo

 

Bunga Jamestory di Kebun Anggrek St Corona

Menurutnya, pandemi Virus Corona (Covid-19) membuat aktivitas di luar menjadi sangat terbatas. Rasa takut dan cemas terinfeksi virus corona mendominasi di awal penyakit baru ini merebak.

“Saya merasa perlu ada kegiatan yang diisi supaya kita tidak merasa kosong lalu tambah bingung. Karena situasi secara sosial orang dibatasi, gak boleh kemana-mana,”ujar Ketua Yayasan Tunas Karya sekaligus Psikolog ini saat dihubungi katedralpangkalpinang.com, Jumat (14/8).

Bunga Magiwi di Kebun Anggrek St Corona

Pastor Samuel kemudian memutuskan untuk menanam lima jenis bunga Anggrek yang bibitnya dikirim dari Pulau Jawa. Kelima jenis Anggrek yang ditanam seperti Apple Blosom, Miranda, Vanda Orange, Jamestory, Magiwi/Kalejengking dan Vanda Douglas. Sejak 25 April 2020, kini sudah ada 3.600 batang anggrek yang sudah ditanam.

Perihal penamaan Kebun Anggrek Santa Corona, dikatakan Pastor Samuel bukan tanpa alasan. Corona nama yang bagus dalam bahasa Latin berarti mahkota.

Selain namanya yang bagus, Pastor Samuel berpendapat penamaan ini relevan dengan situasi pandemi yang tengah melanda seluruh dunia sekaligus terinspirasi dari pelindung Santa Corona.

Santa Corona wafat sebagai martir karena menjadi orang Kristen di abad 9. Pada masa pandemi di Eropa khususnya Italia, Santa Corona dianggap sebagai Santa pelindung pandemi.

“Supaya pekerjaan kita itu punya nilai pemaknaan lebih, kita perlu membranding pekerjaan itu supaya kita lebih menghargainya secara psikologis,.”jelasnya.

Proses menanam bunga Anggrek di Kebun Bunga Santa Corona memanfaatkan bahan sisa proyek bangunan, di antaranya bongkahan batu dan genteng rumah dan bangunan sekolah sebagai pancang penopang Anggrek.

“Kebun Anggrek Santa Corona menjadi tempat kreativitas dan berkreasi, diharapkan bisa membantu banyak orang terutama yang membutuhkan bunga Anggrek,”tutupnya.

Penulis: Dhina


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •