Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Minggu (16 Agustus 2020)
Hari Raya St. Maria Diangkat ke Surga

Bacaan :
I           :Wahyu 11: 19a.12: 1-6a.10b
II          : 1 Kor 15:20-26
Injil      : Lukas 1: 39 – 56

Saudara-saudari terkasih,

Minggu ini kita merayakan Hari Raya St. Maria Diangkat ke Surga. Secara universal hari raya ini diperingati setiap 15 Agustus. Di Indonesia, Konferensi Waligereja memindahkannya ke Hari Minggu terdekat. Maka tahun ini jatuh tanggal 16 Agustus.

De Maria Numquam Satis, tentang Maria tidak pernah cukup (dibicarakan). Sepanjang tahun (liturgis) Gereja memperingati banyak Pesta St. Maria dan pesta yang melibatkan Bunda Maria. Kita bisa menyebut, misalnya Tanggal 1 Januari Hari Raya Maria Bunda Allah, Bunda Gereja. 2 Februari  Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Bulan Maret Pesta St. Yoseph dan Hari Raya Kabar Sukacita. Mei Bulan Maria dan Pesta Maria mengunjungi Elisabeth. Agustus Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga.  September Hari Kelahiran St Perawan Maria.  Oktober bulan Rosario, Desember Pesta Maria Tanpa Noda Dosa dan Pesta Natal.

Dalam Bacaan Pertama, Wahyu 11: 19a.12: 1-6a.10b,  dikisahkan Yohanes mendapat penglihatan: ada seorang wanita yg sangat istimewa berselubungkan matahari, berhiaskan bintang-bintang dan berdiri dengan beralaskan bulan. Ketika hendak melahirkan wanita ini dihadang naga raksasa yang siap menelan bayi yang akan dilahirkan. Namun karena kuasa yang Ilahi Anak itu selamat. Sesudah melahirkan Allah menyediakan tempat untuk wanita itu di padang gurun. Bacaan Kedua,1 Kor 15:20-26, Rasul  Paulus menegaskan, “Sebagaimana semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dibangkitkan dalam persekutuan dengan Kristus.”

Yesus ini adalah Yesus anak Maria, yang memanggil Saulus sehingga dia bertobat dan menjadi rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Injil Lukas 1: 39 – 56 mengisahkan perjumpaan dua perempuan istimewa:  Elisabeth dan Maria. Mereka istimewa karena  sama-sama  menerima Kasih Allah dan mengandung tokoh iman : Yohanes Pembaptis dan Yesus. Ketika menyambut Maria, Elisabeth berseru, “siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku. Sebab ketika salammu terdengar oleh telingaku, anak yang di dalam rahimku bersorak kegirangan”. Maria mengungkapkan sukacitanya dalam kidung, “Aku mengagungkan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juru Selamatku”.

Saudara- saudari terkasih,

Gambaran Kitab Wahyu mengingatkan kita akan rencana keselamatan Allah yang terjadi lewat Bunda Maria. KesediaanNya menerima Rahmat Allah lewat warta malaikat dan kemudian  melahirkan Sang Juru Selamat Dunia diterimanya dengan segala resiko. Sejak dari Nazareth ke Betlehem, mengungsi ke Mesir sampai kelak di bawah kaki salib di Golgotha. Maria menjalani semuanya dengan teguh karena sejak awal Ia sudah mengatakan, “aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu”.

Kita belajar dari Bunda Maria tentang ketaatan. Taat untuk sesuatu yang menyenangkan dan menghasilkan imbalan yang sesuai itu mudah. Namun taat untuk sesuatu yang bahkan kita tidak tahu seperti apa itu yang sulit. Ketika Maria menerima kabar Malaikat ia belum sepenuhnya tahu apa yang akan terjadi,tapi Ia taat. Itulah teladan iman bagi kita. Taat penuh, total, pada Kehendak Allah. Banyak peristiwa hidup dan kejadian yang kita alami yang tidak sepenuhnya bisa kita mengerti saat itu terjadi. Kita bingung, kecewa, marah bahkan sampai putus asa. Bunda Maria Ketika menghadapi peristiwa-peristiwa itu dalam hidupnya, ia menyimpan semua perkara itu dalam hati dan Ia percaya penuh pada rencana dan rancangan Allah.

Kita belajar dari Bunda Maria tentang kesetiaan. Bunda Maria adalah orang yang pertama kali menerima Yesus. Ia menerima Yesus dalam rahimNya, dalam hidupNya. Sejak itu Bunda Maria tidak pernah meninggalkan Yesus. Ia membawanya ke Betlehem karena Kaisar Agustus memerintahkan mereka mengikuti cacah jiwa. Ia membawanya ke Mesir dalam pengungsian karena akan dibunuh Herodes. Ia membawa yesus ke Nazareth dan membesarkanNya. Ia mengikuti perjalanan Yesus termasuk jalan salibNya dengan setia sampai di kaki Salib. Banyak yang ingkar dan lari tapi Bunda Maria setia! Kita dipanggil untuk setia, walaupun godaan untuk ingkar, melarikan diri dan meninggalkan Tuhan Yesus juga kita alami.

Bunda Maria ajarilah kami dan doakanlah kami agar tetap taat dan setia.

Renungan Oleh :
RD @hansjeharut


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •