Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Kamis 20 Agustus 2020

Minggu Biasa XX, Tahun A/II

Yeh 36: 23-28

Mat 22: 1-14

Allah mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan Bangsa Israel. Meskipun Bangsa Israel tegar tengkuk dan sering memberontak melawan Allah, namun Allah tidak menghukum mereka. Allah tetap menunjukkan kerahiman dan belaskasihan-Nya kepada Bangsa Israel.  Inilah potret identitas Allah yang kita imani, yakni Allah yang mengutamakan kerahiman dan belaskasih bukan hukuman dan kutukan.

Nabi Yehesekiel menggambarkan identitas Allah yang maharahim dan penuh belaskasih itu dengan sangat baik. “Aku akan membawa pulang kalian dari pembuangan ke tanah leluhurmu. Aku akan mentahirkan kalian dan mencurahkan air yang jernih. Aku akan memberikan hati yang taat lembut dan mencurahkan Roh kepadamu. Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah-mu”.

Yesus menggambarkan  kemurahan dan kerahiman Allah seperti seorang raja mengadakan pesta perjamuan nikah. Raja telah merencanakan dan menyiapkan keberlangsungan pesta itu dengan sangat baik.  Raja mengundang setiap orang untuk datang menikmati perjamuan sambil berbagi sukacita bersama.  Orang-orang yang diundang itu tidak menghargai kebaikan dari tuan pesta. Ada dua sikap yang ditunjukkan oleh para undangan itu, yakni:  ada yang tidak hadir dengan berbagai alasan, dan ada yang hadir  tetapi tidak mengenakan pakaian pesta, hadir asal-asalan tanpa persiapan.

Bacaan pertama dan bacaan Injil  mengajarkan kepada kita bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh cinta, Rahim dan belaskasih. “Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu  dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu”. Allah yang mempunyai iniasiatif untuk mencari dan menyelamatkan manusia. “Aku akan mencari, mengumpulkan dan pulangkan kamu ke tanah leluhurmu”.  Allah yang menghendaki keselamatan dan keutuhan ciptaan dengan meterai kasih-Nya. “Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah-mu”.

Allah yang kita imani adalah Allah yang menghargai kebebasan dan mengutamakan keadilan. Tawaran keselamatan selalu datang dari Allah, sedangkan manusia bebas untuk menanggapi. Orang yang menerima tawaran keselamatan Allah dengan penuh sukacita dan menghasilkan buah maka akan mendapatkan berkat dan rahmat. Sebaliknya orang yang menolak ataupun menerima dengan setengah hati akan tawaran keselamatan Allah itu maka akan menuai penderitaan. “Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih”.  Maka marilah kita berlomba-lomba menjadikan diri kita sebagai orang yang dipilih.

Renungan oleh: RD Yos Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •