Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM —  Sebanyak 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang mengikuti Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama Katolik di Hotel Santika Bangka, Minggu (23/08/2020). Selain ASN di lingkungan Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, sebanyak 26 ASN dari Paroki Bernadeth juga turut mengikuti acara yang sama.

Dialog yang bertema, “Memaknai Kemerdekaan dengan Meningkatkan Kerukunan” ini membahas moderasi beragama, peran kaum awam dalam membangun kerukunan serta dialog membangun persaudaraan. Acara yang digelar Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bertujuan agar ASN semakin memahami moderasi beragama di tengah keberagaman di lingkungan instansi masing-masing serta mendukung visi misi kementerian agama.

Hadir sebagai pembicara, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Babel Drs. H. Rebuan, M.Pd.I mewakili Kepala Kanwil Dr. H. Muhammad Ridwan, MM, juga RD Johanes K Jeharut yang membahas “Peran Kaum Awam Dalam Membangun Kerukunan”, serta RP Nugroho Krisusanto, SS.CC yang membahas “Dialog Membangun Persaudaraan:  Belajar dari Yesus Dalam Percakapan dengan Perempuan Samaria.”

Dalam dialog tersebut, RD Jeharut menyatakan menjadi murid  Kristus yang dialogis adalah keniscayaan, karena Yesus Kristus memberi teladan dialog. Banyak kisah dalam Injil menunjukkan Yesus yang dialogis.
“Komunitas Basis Gerejani (KBG) yang baik, harus juga adalah Komunitas Basis Manusiawi yang baik. Jika kita menghidupi KBG dengan benar, seharusnya kita juga bisa membangun hidup bersama dengan orang lain termasuk yang berbeda keyakinan dengan benar. Kenali sekitarmu dan bangunlah dialog yang sehat dengan mereka,” pesan Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Pangkalpinang ini.

Sementara RP Nugroho Krisusanto SS.CC pada kesempatan tersebut menyatakan dalam kehidupan ini manusia harus fokus pada satu permasalahan. Fokus membuat orang bisa cepat memperoleh kesepakatan dan bisa segera mengeksekusi sesuatu.
“Yesus mengungkapkan kebutuhannya dan perempuan Samaria menanggapinya. Mula-mula perempuan Samaria berusaha mengalihkan perhatian ke isu wilayah, tetapi Yesus tetap fokus pada isu air kehidupan,” ujarnya. (katedralpkp)

Penulis : Margaretha Tri
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •