Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian Selasa, 25 Agustus 2020
Minggu Biasa XXI
Bacaan
2Tes. 2:1-3a,13b-17Mzm. 96:10,11-12a,12b-13Mat. 23:23-26.
Tit. 3:3-15.

Dialog:
Ace: Ko, besok lusa kiamat.
Ako: Kata siapa?
Ace: Itu ramai di medsos. Kabut besar akan menyelimuti bumi… Ni corona dak sudah-sudah mungkin tanda kiamat.
Ako: Ah jangan percaya omongan orang, kalo lusa kiamat, pasti romo paroki la kirim berita di grup WA ketua-ketua KBG

Saudara-saudari, ingat pesan Paulus:

“Supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.”  (2Tes 2:2)
Kalau ada berita akan datang kiamat, jangan percaya, tidak perlu panik.

“Langit dan bumi akan berlalu…. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”  (Mrk 13:31-32)

Ada saja orang yang mengatasnamakan Tuhan, atau menyebut diri sebagai utusan Allah lalu mewartakan hari kiamat. Berdasarkan pengalaman, orang tersebut menciptakan teror, membuat orang banyak ketakutan supaya panik dan tidak lagi menggunakan akal sehatnya. Dengan begitu gampang untuk dibujuk melakukan ini itu tanpa pikir panjang. Akibatnya mudah ditipu demi keuntungan orang yang mengaku utusan Allah tersebut.

Dalam Kitab Suci kita mengenal orang Farisi dan ahli Taurat yang mengaku diri sebagai orang benar. Tetapi hari ini kita mendengar mereka dikutuk oleh Yesus karena mengajarkan yang salah kepada orang lain demi keuntungan mereka sendiri.

Orang Farisi dan ahli Taurat lebih mengutamakan kewajiban membayar persepuluhan daripada berlaku adil, penuh kasih dan setia.

Yang terpenting dalam soal persembahan bagi Yesus adalah ketulusan hati bukan berapa besar uangnya (10% kah atau berapa kah). Seperti dikisahkan dalam kisah persembahan janda miskin.

Maka dipanggilNya murid-muridNya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk 12:43-44)

Ada banyak contoh lain lagi tentang ajaran yang menyesatkan dari orang-orang yang mengambil keuntungan dalam kesempitan.

Karena itu, saudara-saudari, jangan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai isu. Tetaplah teguh dalam iman yang diwariskan oleh para rasul. Kalau ada  berita, ujilah kebenarannya. Supaya tidak mudah disesatkan, ikutilah pendalaman-pendalaman iman baik dari buku maupun secara online dari sumber yang terpercaya….. Tunggu WA dari romo paroki, begitu istilah Ako dalam dialog di atas. (*)

Renungan Oleh :
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •