Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – “Satu hal yang harus kita sadari dan yakini bahwa rencana Allah itu hanya satu yaitu keselamatan umat manusia dan seluruh ciptaan. Meski manusia seringkali jatuh dalam dosa karena ketidaksetiaannya, Allah tidak pernah membatalkan rencana keselamatan tersebut,” hal ini ditegaskan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM dalam Rekoleksi Keluarga di Gedung Mario John Boen, Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, Minggu (30 Agustus 2020).

Selaku narasumber utama, Mgr. Adrianus menyampaikan dua pokok bahasan yaitu “Sejarah Keselamatan Manusia” dan “Komunio yang Murah Hati dan Maha Rahim”. Dalam paparan tentang “Sejarah Keselamatan Manusia”, secara singkat Mgr. Adrianus menjelaskan bahwa sejarah keselamatan manusia sudah dimulai sejak Perjanjian Lama yaitu zaman Adam dan Hawa hingga Perjanjian Baru yaitu kehadiran Yesus Kristus.

Sedangkan dalam sesi “Komunio yang Murah Hati dan Maha Rahim” Mgr. Adrianus mengajak para peserta untuk melihat dua ciri dalam membangun komunio.

“Membangun komunio tentu saja meliputi banyak aspek, tetapi saya ingin mengajak kita sekalian untuk memberikan perhatian khusus pada dua ciri yaitu komunio yang berbelas kasih, murah hati (khususnya kepada yang lemah dan menderita) dan komunio yang maharahim (saling mengampuni dan mengupayakan rekonsiliasi bila diperlukan),” harap doktor teologi dogmatic lulusan Universitas Albert Ludwig, Jerman ini.

Dengan mengutip pesan Natal 2019 dari Paus Fransiskus, Mgr. Adrianus menyatakan bahwa sesuai yang disampaikan oleh Bapa Suci itu sangat penting karena itu adalah sifat inti dari Allah Tritunggal yang kita imani; Allah itu adalah Kasih yang Murah Hati dan Maha Rahim.

“Kalau kita ingin menjadi Gereja yang dijiwai Allah Tritunggal seperti yang tertera dalam Visi Keuskupan Pangkalpinang, maka kita perlu mengupayakan agar Gereja kita memiliki wajah yang penuh kasih yaitu Murah Hati, Berbelas Kasih dan Maha Rahim. Oleh karena itu saya sungguh mendorong kita semua untuk menemukan cara-cara kreatif agar wajah Gereja Keuskupan Pangkalpinang menjadi semakin murah hati dan maharahim,” pesan pemimpin tertinggi umat Katolik se-Bangka Belitung dan Kepulauan Riau ini.

Berharap Materi Rekoleksi Dibiaskan
Pada akhir rekoleksi, Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang RD. Yustin Ta’Laleng menyampaikan harapannya agar para peserta sungguh mampu menerjemahkan dan menghayati materi rekoleksi dalam kehidupan sebagai pasutri sekaligus mampu membiaskannya dalam KBG atau wilayahnya masing-masing.

“Karena Pandemi Covid-19 banyak program pastoral kita yang harus ditunda dan dijadwalkan ulang, bahkan secara resmi Bapak Uskup telah menyampaikan bahwa fokus dan lokus pastoral kita saat ini beralih di keluarga-keluarga. Oleh karena itu, rekoleksi yang semula digagas untuk para fasilitator, hari ini kita fokuskan kepada para pasutri dengan harapan menjadi penggerak keluarga-keluarga di KBG dan wilayahnya masing-masing,” ungkap Parokus.

Parokus Katedral, RD Yustin menyampaikan pesan dan harapan kepada para peserta rekoleksi di Gedung John Boen.(KATEDRALPKP/SULIST)

RD Yustin melanjutkan, “Harus kita akui bahwa kondisi keluarga-keluarga di Paroki Katedral ini sangat bervariasi. Untuk keluarga yang semuanya beragama Katolik mulai suami, istri dan anak-anaknya semua dibaptis tentu lebih mudah, tetapi pada kenyataannya ada yang hanya suami/istinya saja, atau anak-anaknya saja yang dibaptis. Ada lagi yang single parent, berpisah tempat tinggal karena pekerjaan/kuliah/sekolah dan sebagainya. Oleh karenanya saya sungguh mengharapkan paling tidak para peserta inilah yang menjadi garda depan bagi pastoral keluarga di masa pandemi ini. Paling tidak nantinya kita bisa mengawal supaya bahan-bahan pendalaman dari keuskupan yang sudah dirancang dengan baik itu akan sampai, didalami dan dihayati oleh keluarga-keluarga kita.”

Para peserta rekoleksi berfoto bersama. (KATEDRALPKP/SULIST)

Rekoleksi diikuti sekitar 80 peserta yang merupakan para pasutri utusan dari KBG dan wilayah. Mgr. Adrianus Sunarko, OFM bertindak sebagai narasumber didampingi RD Marcel Gabriel, Shito Kadari dan Alfon Liwun dari PIPA Keuskupan serta Sulistyo dari Komisi Keluarga Kevikepan Bangka Belitung. Rekoleksi terlaksana berkat  kerjasama Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, PIPA Keuskupan Pangkalpinang dan Bimas Katolik Kementerian Agama Kepulauan Bangka Belitung.

Berikut Rangkaian Rekoleksi Dalam Bidikan Lensa:

Proses registrasi. (KATEDRALPKP/SULIST)

Sesi tanya jawab. (KATEDRALPKP/SULIST)

Sesi tanya jawab. (KATEDRALPKP/SULIST)

Sesi tanya jawab. (KATEDRALPKP/SULIST)

Peserta menyimak materi yang disampaikan Uskup. (KATEDRALPKP/SULIST)

Suasana rekoleksi di Gedung John Boen, Katedral Pangkalpinang, Minggu (30/08/2020). (KATEDRALPKP/SULIST)

(katedralpkp) 

Penulis : Sulist
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •