Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Senin (31 Agustus 2020)
Minggu Biasa XXII
Bacaan :
1 Korintus 2 : 1 – 5
Lukas 4 : 16 – 30

Saudara-saudari……

Setiap kita pasti mempunyai agenda kerja, bahkan dalam melewati hari-hari, kita semua bisa saja sudah memiliki program hidup. Dan lebih jauh lagi, kita masing-masing diyakini memiliki cita-cita atau angan-angan tertentu yang hendak diraih.

Dalam kenyataan hidup, baik agenda kerja, program hidup maupun cita-cita atau angan-angan yang telah dibangun, bisa saja berjalan mulus, tetapi juga kadang-kadang “patah” di tengah jalan. Ada banyak hal bisa berpengaruh terhadap semua yang sudah kita rencanakan.

Kalau direnung-renung, dianalisa dan dicermati secara baik dan mendalam, berhasil atau gagalnya sebuah agenda kerja, program hidup maupun cita-cita, terletak pada dua (2) hal, yakni KOMITMEN DAN KONSISTENSI. Kedua kekuatan ini bisa kita sebut sebagai KUNCI KEBERHASILAN. Walapun agenda kerja sudah diatur dengan baik, program hidup sudah ditata dengan rapih atau cita-cita telah didukung dengan seribu macam kekuatan, tetapi tidak dilalui dengan sebuah komitmen dan konsistensi akan menjadi sia-sia.

Saudara-saudari……

Tuhan Yesus melalui Sabda-Nya yang kita baca dan renungkan pada hari ini melalui Injil Lukas 4 : 16 – 30 menegaskan akan kekuatan dari dua kata kunci tersebut. Misi yang diemban Yesus dari Allah Bapa-Nya sungguh mulia, tetapi penuh tantangan dan risiko. Perutusan Yesus untuk menghadirkan Kerajaan Allah sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya, antara lain : Pertama, menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; Kedua, Memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta;  Ketiga, memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Bukan perkara mudah bagi Yesus untuk hadir dan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Aneka tantangan dan kesulitan dihadapi-Nya. Rintangan yang menghadang tidak hanya datang dari luar tetapi juga dari dalam, bahkan dari kalangan keluarga-Nya sendiri.

Injil Lukas menceritakan bahwa setelah Yesus membacakan nas yang terdapat dalam Kitab Nabi Yesaya lalu menutup Kitab itu dan duduk, ekpresi wajah orang yang mendengarkan-Nya beraneka ragam. Tidak semuanya menerima tetapi ada dan bahkan lebih banyak yang menolak-Nya.

Saudara-saudari………

Orang-orang yang mendengarkan Sabda Yesus, melihat perbuatan baik Yesus dan menyaksikan kuasa Yesus tidak serta-merta menerima. Sebagian orang malah marah dan berusaha untuk menghalau Yesus dari komunitas mereka. Keberadaan Yesus dan Sabda yang disampaikan mengusik kenyamanan mereka. Yesus menjadi ancaman buat mereka. Mereka melawan Yesus.

Berhadapan dengan situasi yang tidak kondusif tersebut, Yesus tidak putus asa. Walaupun orang-orang sebangsa-Nya bahkan kaum keluarga-Nya sendiri pun menolak kerhadiran-Nya, Yesus tetap tegar.  Yesus tetap pada KOMITMENNYA bahwa misi perutusan tidak boleh berhenti. Yesus juga tetap KONSISTEN dengan pewartaan-Nya dan tidak terpengaruh dengan situasi atau kekuatan-kekuatan lain yang dihadapi-Nya. Bagi Yesus kedua kekuatan ini menjadi kunci untuk meraih sebanyak mungkin orang (pendengar) untuk mencapai keselamatan. Hadir dan tegaknya Kerajaan bagi kaum miskin dan tertindas menjadi komitmen-Nya. Konsistensi Yesus dalam seluruh pewartaan membuahkan hasil yang baik.

Saudara-saudari………

Misi Yesus telah diteruskan dengan baik oleh para Rasul. Para Rasul pun menghadapi situasi yang hampir sama. Mereka ditolak, dimusuhi dan bahkan diancam untuk dibunuh karena tetap setia dalam pewartaan. Belajar dari Sang Guru, yakni Yesus, para Murid tetap tegar dan bertahan berkat komitmen dan konsistensi mereka dalam semangat kerasulan.

Tugas yang dipercayakan Yesus kepada para Murid, kini menjadi tanggung jawab kita pada zaman ini. Kita yang adalah ahli waris Kerajaan Allah adalah penerus karya Misi yang telah dimulai oleh Yesus. Satu hal yang harus kita ingat bahwa situasi yang dialami Yesus dan para Murid juga akan kita hadapi.

Syukur kalau kehadiran dan pewartaan kita akan disambut dan diterima dengan baik, tetapi sebaliknya, bila terjadi penolakan kita hendaknya tetap teguh dan setia dalam pewartaan. Kita harus ingat akan contoh yang diwariskan oleh Yesus bila berhadapan dengan situasi  yang tidak kita harapkan, yakni KOMITMEN DAN KONSISTENSI adalah KUNCI KEBERHASILAN. Oleh karenanya, kita berdoa kepada Tuhan agar senantiasa dianugerahi Roh Keberanian, Kekuatan, Pengetahuan supaya tetap KOMITMEN dan KONSISTEN dalam IMAN.  Amin. (*)

Renungan Oleh:
RD Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •