Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Rabu (02 September 2020)
Pekan Biasa XXII
I Kor. 3:1-9
Mzm.33:12-13, 14-15, 20-21.
Lukas 4:38-44

Bacaan hari ini menampilkan kisah Yesus yang  tidak kenal lelah melayani orang-orang yang membutuhkan-Nya terutama orang-orang yang sedang sakit. Tidak jelas berapa jumlah orang yang disembuhkan, namun Lukas menceritakan banyak orang sakit yang disembuhkan oleh Yesus. Kisah ini terjadi setelah Yesus mengajar di rumah Ibadat di Kapernaum. Jika dihubungkan dengan perkataan Yesus;  “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Contoh atau teladan penting adalah bahwa Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah tidak hanya dengan kata-kata namun juga dengan perbuatan.

Aksi konkrit menjadi kata kunci pelayanan. Itu juga yang dilakukan ibu mertua Simon setelah ia disembuhkan Yesus, Setelah mengalami kesembuhan, Ibu mertua Petrus dengan segera melayani Kristus. Ia melupakan dirinya sendiri, melupakan problem sakit yang membuatnya terbaring dan fokus pada kebutuhan orang lain.  Pertanyaan untuk kita adalah: Apakah kita pun berbuat seperti yang dilakukan oleh mertua Simon? Tentu banyak pengalaman campur tangan Allah saat kita mengalami sakit. Kita percaya bahwa kita disembuhkan oleh Allah. Lalu setelah sembuh apa yang kita lakukan?  Rasanya apa yang dilakukan oleh mertua Simon adalah jawabannya. Menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pribadi yang bangkit dan melayani.

Pesan untuk melayani seperti yang dilakukan Yesus dan mertua Simon menjadi penghantar kisah untuk menyelami lebih dalam apa itu pelayanan. Paulus melukiskannya dengan baik. Seringkali pelayanan yang kita lakukan bersama dengan yang lain menimbulkan perselisihan atau konflik. Paulus menegaskan:Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang.”

Jadi segala keberhasilan pelayanan sama sekali bukanlah karena kegagahan atau kehebatan kita, tetapi semuanya karena Allah sendiri yang menumbuhkan. Maka sejatinya kita  hanyalah alat untuk melayani Tuhan. (*)

Renungan Oleh :
Shimul


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •