Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Jumat (04 September 2020)
Minggu Biasa XXII
Bacaan : 1Kor. 4:1-5; dan Luk. 5:33-39

Dalam Perjanjian Lama, puasa merupakan ungkapan berduka cita, penyesalan dan tobat yang dilaksanakan pada hari penghapusan dosa  (bdk. Im 16:1-34; 23:26-32; Ul 9:9; Yun 3:5; Mat 4:2). Dalam Luk 5:33-39 dikisahkan Yesus dan murid-murid-Nya tidak mengikuti tradisi itu. Hal itu menjadi perhatian dari orang-orang Farisi dan mereka mempertanyakan kepada Yesus. Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dengan dua buah perumpamaan singkat yaitu: (1) alasan  orang  berpuasa yaitu saat mempelai laki-laki tidak ada di antara mereka dan (2) menambal baju yang sudah tua dengan kain yang masih baru, menyimpan anggur baru di dalam kantong yang tua.

Mempelai laki-laki

Mempelai laki-laki adalah gambaran Yesus tentang Allah dan diri-Nya dalam relasinya dengan pengikut-Nya (umat-Nya, Gereja-Nya). Kristus (Allah) sangat mencintai Gereja-Nya (umat-Nya) dan mempersatukan Gereja (Umat) dengan diri-Nya dalam perjanjian abadi. Kristus telah memberikan Diri-Nya bagi Gereja dan memurnikan (menguduskan) Gereja dengan darah-Nya (Bdk. Ef 5:26), membuat Gereja-Nya menjadi bunda yang subur dari anak-anak Allah. Karena itu pada saat Allah (Kristus = mempelai laki-laki) ada bersama Gereja (Umat – mempelai perempuan) maka orang tidak perlu lagi berduka cita tapi harus bersuka cita, dan karena itu tidak perlu berpuasa.

Di sini Yesus menyentil kebiasaan orang Farisi yang rajin berpuasa dengan motivasi supaya dilihat orang (bdk. Mat 6:16-18) dan sekaligus meluruskan motivasi berpuasa bukan karena aturan atau untuk mendapat perhatian orang lain, tetapi karena sadar akan dosa yang telah menjauhkan diri kita dari Allah, menyesalinya dan berniat untuk memperbaiki relasi itu.

Kain baru dan baju yang sudah tua,anggur baru dan kantung yang sudah tua

Kain baru dan baju yang sudah tua, anggur baru dan kantung yang sudah tua adalah ajaran Yesus tentang Gereja (kita) dan segala aturan/ ajarannya yang sudah tua harus mampu dan tidak pernah berhenti membaharui diri sesuai dengan situasi masyarakat yang sedang dan akan terus berkembang. Situasi yang baru menuntut pola hidup dan aturan baru pula. Ecclesia Reformata Semper Reformanda.

Pesan Luk 5:33-39,

  1. Perlu dan pentingnya memurnikan motivasi dalam menjalankan peraturan (agama, liturgy/beribadah, tradisi/adat istiadat, dll). Kita boleh, dan tidak salah jika mati-matian berpegang teguh pada aturan dan rajin menjalankannya, Tetapi hendaknya semua itu kita jalankan bukan demi aturan, apalagi demi mendapat pujian, melainkan karena kita ingin membaharui relasi kita dengan Allah agar semakin mesra, kita ingin semakin berpusat pada Di luar Allah (Kristus) kita tidak bisa berbuat apa-apa (bdk. Yoh 15:1-8 dan 1Kor 4:1-5)
  2. Perlu dan pentingnya kemampuan menyesuaikan diri dalam arus perubahan zaman (juga di masa pandemic covid-19 ini), dengan tetap berpedoman pada Kristus dan Injil-Nya. Injil yang diwartakan Yesus menawarkan Kerajaan Allah (hidup yang selalu baru, karena hidup di dalam Allah tidak pernah membosankan) dan pertobatan (pembaharuan hidup).

Ini pula yang menjadi tantangan bagi kita karena kita kerap sulit berubah, tidak mau lagi berubah dan merasa sudah puas dengan apa yang kita capai saat ini (senang di zona aman). Padahal zaman akan terus berkembang dan berubah. Maka dibutuhkan keberanian kita untuk selalu menyesuaikan (meng-update) diri dan mencari cara-cara yang baru (fleksibel dan inovasi) mengungkapkan dan mewujudkan iman sesuai dengan perkembangan yang ada. Untuk itulah kita (Gereja) diutus yaitu mengembangkan masyarakat menurut Injil dan sekaligus menerjemahkan Injil ke dalam masyarakat yang sedang dan terus berkembang. Dengan demikian kita (Gereja) menjadi sakramen keselamatan bagi dunia. Jika tidak, kita (Gereja) akan kehilangan peran sebagai garam dan terang dan akan dibuang dan dinjak orang/dunia (Bdk Mat 5:13-16 dan 1Kor 4:1-5).

Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru supaya keduanya terpelihara dengan baik (Luk 5:38). Sehingga orang akan berkata “anggur tua (Gereja, kita) itu baik” (Luk 5:39) karena Gereja (kita) selalu melakukan pembaharuan yang terus-menerus.
Tuhan memberkati.(*)

Renungan Oleh:
Andi Kris


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •