Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Senin (14 September 2020)
Minggu Biasa Minggu Biasa XXIV
Pesta Salib Suci
Bacaan : Bil 21:4-9, Filipi 2:6-11, Yoh 3 : 13-17

Sudah menjadi tradisi di rumah orang Katolik tergantung sebuah salib. Biasanya salib digantungkan di tempat yang strategis dan di banyak tempat, termasuk tubuh orang dijadikan tato. Dari segi estetika, salib itu memang indah. Salib sering dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi. Pertanyaannya adalah mengapa orang Katolik masih memajang salib yang menggantungkan Tubuh Kristus? Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke surga? Bagi orang Katolik, Salib adalah media untuk mengenang kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya bagi umat. Dengan menggantung salib berarti kita menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib itu. Saat memandang Salib, kita melihat cinta Allah yang besar, di sanalah terbentang misteri keselamatan Allah.

Bacaan Injil mengajar kita untuk menerima karya salib dalam kehidupan kita. Allah mengasihi manusia dan ingin manusia tidak binasa dalam dosa dan hukuman Allah, tetapi beroleh hidup yang kekal. Tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi melainkan menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hanya Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman kekal. Tidak ada seorang pun yang mampu berusaha sendiri untuk bebas dari dosa dan menerima pengampunan serta hak masuk surga, kecuali melalui pertolongan Tuhan Yesus. Paulus merangkum dengan apik makna salib dengan mengatakan: “Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati.” Cinta yang tak terbatas dan semuanya itu demi manusia.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci. Pesta Salib Suci ini dihubungan dengan peristiwa ditemukannya kembali Salib Tuhan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus. Namun lebih dari itu, pesta ini merupakan ungkapan iman Gereja terhadap jalan dan rencana keselamatan Allah melalui salib Yesus. Salib tempat di mana Yesus bergantung menjadi puncak dari karya keselamatan Allah bagi kita manusia. Semoga Salib tidak hanya sekedar hiasan atau dekorasi tetapi mengungkapkan iman kita yang teguh akan misteri keselamatan Allah. Lebih dari itu, semoga Salib mendorong kita untuk mewujudkan kasih kepada sesama. Ave Crux, Spes unica! (*)

Renungan Oleh : SHIMUL


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •