Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (19 September 2020)
Bacaan            1: 1 Kor 15:35-37.42-49
Injil                    : Luk 8: 4-15

Para saudara/i yang terkasih …
Yesus dalam injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang seorang penabur yang keluar menaburkan benih. Penabur yang dimasudkan adalah diri-Nya sendiri sedangkan benih adalah sabda Tuhan. Kondisi tanah di pinggir jalan, berbatu-batu, semak duri, dan tanah yang baik menggambarkan kondisi hati dan batin manusia untuk menerima, merenung dan menghidupi sabda Tuhan dalam beragam aktivitas.

Para saudara/i yang terkasih …
Mari kita menengok ke kedalaman hati masing-masing. Kita tergolong dalam jenis tanah yang mana? Tanah yang baik dan subur? Tanah yang menumbuhkan benih dan berbuah seratus kali lipat. Atau, tanah di pinggir jalan, berbatu-batu dan penuh semak berduri?

Para saudara/i yang terkasih …
Seruan Yesus, “Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengar hendaklah mendengar”, menjadi pengingat yang tepat. Entah kondisi hati kita seperti tanah yang subur, tanah di pinggir jalan, berbatu-batu atau semak berduri. Kita senantiasa diarahkan untuk selalu peka mendengar sabda-sabda Tuhan. Sebab, iman lahir dari pendengaran akan firman Tuhan. Bagaimana jadinya iman kita kalau tidak mendengar firman Tuhan.? Iman bisa kabur dan mudah digoyahkan.

Untuk semuanya, Anda telah dikarunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah.
Jadikan hati sebagai tanah yang subur menumbuhkan benih-benih firman Tuhan. Agar bertumbuh dan berkembang serta berbuah untuk keselamatan banyak orang.

Jangan lupa pakai masker.(*)

Oleh: Rm. da Silva, Pr


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •