Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Efek kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang membuat banyak pekerja dan pelajar melakukan aktivitas dari rumah, beberapa waktu terakhir ini telah membawa dampak banyak perantau yang kembali ke kampung halaman, termasuk di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya. Semakin meningkatnya pasien yang terpapar covid-19 baik di Jakarta maupun Pulau Bangka, khususnya Kota Pangkalpinang, membuat Pastor Paroki Katedral St.Yosef Pangkalpinang RD Laurensius Yustinanus Ta’Laleng menghimbau supaya umat memperketat protokol kesehatan kenormalan baru.

“Akhir-akhir ini banyak pendatang (umat Katolik) dari luar daerah khususnya Jakarta. Demi menjaga merebaknya pandemi covid-19 di wilayah kita, khususnya di gereja kita, ketua dan pengurus KBG (Komunitas Basis Gerejawi) bahkan umat yang mengetahui ada umat baru datang dari luar Paroki Katedral, segera menghubungi keluarga di mana pendatang itu tinggal agar taat melakukan isolasi mandiri 14 hari. Jangan ke luar rumah, juga ke gereja demi kita bersama,” pesan Parokus.

RD Yustin melanjutkan, jika sudah melaksanakan isolasi mandiri, dan mau ke gereja informasikan protokol kesehatan untuk beribadah di Gereja Katedral Pangkalpinang dan menaati protokol itu.
“Sebab bisa jadi protokol kita berbeda dengan protokol di tempat lain,” ujar Parokus kepada pengurus KBG, Kamis (17/09/2020).

Sementara itu, Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan covid-19 Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Andi Kris mengingatkan petugas liturgi, baik pengukur suhu (kesehatan) dan tata laksana bila melihat ada umat yang terasa asing WAJIB menanyakan dari KBG mana atau apakah dari luar wilayah Pangkalpinang serta sudahkah ia melakukan isolasi mandiri.
“Tugas ini berat sebab kita juga banyak tidak mengenali wajah umat kita sendiri, tetapi demi menjaga kenyamanan dan kesehatan harus dilaksanakan,” pesan Andi Kris.

Selain itu, ia juga berharap agar keluarga yang ada anggotanya yang baru datang dari luar, WAJIB menemani anggotanya itu jika ke gereja.
“Jangan biarkan pendatang baru dalam tanpa kutip itu pergi ke gereja seorang diri,” lanjutnya.

Hal lain yang diingatkan kepada pengurus dan ketua KBG adalah tentang umat yang mengikuti Ekaristi Minggu pada pukul 06.00 WIB.
“Tolong ingatkan umatnya yang ikut Ekaristi pk 06.00 pagi untuk tetap mandiri mentaati protokol. Motor jangan parkir di sekitar Gedung John Boen. Jangan sampai petugas mengatur ulang lalu umat marah-marah. Protokol ini milik kita bersama, dan sudah berjalan 3 bulan, harusnya sudah mulai menjadi kebiasaan baru. Kalau jumlah yang terpapar covid-19 terus bertambah, bisa jadi gereja akan ditutup lagi. Semua tergantung kita,” tandasnya.

Jangan Bangpa
Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan covid-19 Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Andi Kris beberapa waktu lalu menyarankan kepada umat beriman Katolik Gereja Katedral Pangkalpinang agar pergi ke gereja dengan keyakinan.
“Kalau gak yakin jangan pergi, tapi jangan minta pelayanan ke rumah alasannya takut dan khawatir. Di gereja sudah ada protokolnya. Pakai masker, hand sanitizer dan duduk jaga jarak,” tuturnya.

Ekaristi Penerimaan Sakramen Permandian di Katedral St. Yosef, Pangkalpinang, 27 Juli 2020. (KATEDRALPGK/SEPTIANTO)

Antisipasi lain sudah diperhitungkan dalam situasi Ekaristi masa New Normal, maksimal gereja diisi 196 orang. Jika ada umat yang terlambat maka pintu pagar gereja akan ditutup dan dianjurkan untuk mengikuti perayaan Ekaristi di jadwal selanjutnya.
“Ikuti arahan petugas. Kebiasaan umat datang cari tempat duduk sendiri, duduk di depan sulit dan biasanya terjadi penolakan. Sekarang ikuti arahan petugas. Kalau kata orang Bangka jangan bangpa (membantah-red),” pesan Andi.

Adapun jadwal Ekaristi harian berjalan seperti biasa, yakni pada Pk 06.00 WIB, Ekaristi Jumat dilaksanakan Pk 17.00 WIB dan Ekaristi Mingguan pada Hari Sabtu Pk.18.00 WIB, Minggu Pk 06.00, 10.00 dan 17.00 WIB. Sementara untuk  protokol kesehatan, hanya yang sehat yang boleh hadir, anak usia 10 tahun ke bawah belum boleh hadir, memakai masker (kalau tidak memakai masker akan dipersilakan pulang atau ikut Ekaristi jadwal berikutnya).

“Cuci tangan, duduk jaga jarak dan duduk di tempat yang ditunjukkan oleh petugas tata laksana. Tata gerak di gereja hanya duduk dan berdiri, kolekte bisa ditransfer. Bisa di awal atau di akhir Ekaristi. Terima kasih,” demikian tutur Andi sembari mengingatkan supaya umat tidak melampiaskan kerinduan dengan berkerumun di halaman gereja.
“Begitu masuk halaman gereja, langsung ke dalam. Sama halnya ketika hendak pulang,” pesannya. (katedralpgk)

Penulis : caroline_fy/ dhina
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •