Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian Minggu, 20 September 2020
Hari Minggu Biasa XXV
Mat 20: 1-16a

Saudara/i yang terkasih dalam Kristus,
Adalah seorang anak yang biasanya malas membantu orang-tuanya, tiba-tiba menjadi sangat rajin dan bersemangat membersihkan rumah. Di akhir minggu itu ibunya menemukan secarik kertas bertuliskan jumlah jam kerja dan sejumlah upah yang seharusnya diterima anaknya. Esok harinya anaknya terkejut karena menemukan balasan surat ibunya yang berisi daftar seluruh kebutuhan hidupnya sejak ia berusia 1 tahun: susu, makan, pakaian, uang jajan, sepatu, sekolah, tas, buku, dll. Anak ini tidak menyadari bahwa kesempatan menjadi anak dalam keluarga tersebut adalah rahmat yang tidak dapat dibandingkan dengan upah sebesar apa pun.

Perumpamaan tentang orang-orang upahan yang dikisahkan dalam injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa rahmat tidak dapat diperhitungkan seperti upah. Kita tahu bahwa tuan rumah yang adalah pemilik kebun anggur mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Dia berinisiatif mencari pekerja-pekerja, dan karena itu berapa pun upah yang diberikan kepada para pekerja sepenuhnya berdasarkan keputusannya. Kepada sekelompok pekerja pertama yang bekerja dari pagi hingga malam, ia sepakat memberi upah sedinar sehari. Kemudian ia berulang kali mendapati orang-orang yang menganggur dan ia meminta mereka juga bekerja di kebunnya. Mereka pasti tidak akan mendapatkan upah bila menganggur sepanjang hari, jadi kesempatan bekerja adalah rahmat. Ketika malam tiba, tuan rumah tersebut memberikan upah kepada setiap pekerja mulai dari yang terakhir sampai yang bekerja dari pagi. Para pekerja yang bekerja dari pagi sampai malam protes atas tindakan tuan tersebut karena memberikan upah yang sama kepada semua pekerja. Tuan rumah itu mengatakan bahwa mereka telah menerima sesuai kesepakatan, jadi protes mereka tidak beralasan.

Saudara/i yang terkasih dalam Kristus, Allah kita adalah Allah yang Mahamurah; Ia memberikan rahmat-Nya yang berlimpah kepada siapa saja Ia mau berikan. Tak seorang pun memiliki hak untuk mempertanyakan keadilan-Nya. Mari bersyukur atas segala rahmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

Doa:
Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku tidak menganggap ramhat dari-Mu sebagai upah melainkan semakin bersyukur atas apa saja yang telah kuterima. Amin. (*)

Oleh :
RD. Yopi Sogen


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •