Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Universitas Gregoriana adalah universitas kepausan yang terletak di Roma, Italia. Penerus dari Kolese Romawi yang didirikan oleh St. Ignasius Loyola lebih dari 450 tahun yang lalu. Gregoriana adalah universitas milik Jesuit (Serikat Yesus) pertama. Universitas ini memiliki salah satu departemen teologi terbesar di dunia. Di situlah kini alumnus SMA St Yosef Pangkalpinang, RP Stefanus Hendrianto, S.J. Ph.D menjalani panggilan imamatnya.

Imam asal Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang ini biasa disapa Hendri oleh rekan sekolahnya dulu, baik di SMA St. Yosef maupun SMP St Theresia Pangkalpinang tempat ia menimba ilmu. Doktor Ilmu Hukum dengan spesialisasi Hukum Perbandingan Konstitusi ini akan mengajar di Fakultas Ilmu Sosial Gregorian University dengan mata kuliah “Jacques Maritain, Allaisdair Mac Intyre and Benedict XVI on Human Rights.”

“Karena saya sudah menyelesaikan Tahun Orientasi Pastoral, maka atasan menugaskan saya untuk mengajar di Gregorian University, Roma. Gregorian University adalah salah satu prioritas dari Serikat Yesus karena misi mereka adalah mendidik para pemimpin gereja dari berbagi penjuru dunia. Jadi mereka memang berusaha merekrut banyak Romo muda untuk bekerja di sana,” tutur Rm Hendri menjelaskan alasan kepindahannya dari Amerika ke Roma.

Ia melanjutkan, dulu mengajar di Santa Clara University ketika menjalani Tahun Orientasi Kerasulan.
“Ketika itu saya mengajar selama 2 tahun di Santa Clara University. Setelah Tahun Orientasi Kerasulan selesai, saya sempat selama setahun menjadi visiting scholar di University of Notre Dame. Ketika itu saya menghabiskan waktu untuk menulis buku. Setelah itu saya menyelesaikan studi teologi saya di Boston College. Dari Boston, saya bertugas di paroki yang terletak di California selama satu tahun terakhir, tepatnya San Francisco,” terang peraih dua gelar master dari Boston Collage ini, yakni bidang Keilahian (Master of Divinity) dan Teologi (Master of Theology).

Dalam kesempatan melakukan wawancara melalui surat elektronik, katedralpangkalpinang.com bertanya mengapa memilih Kongregasi Serikat Yesus (Jesuit), Rm Hendri pun berpendapat itu adalah misteri.

Rm Hendri, SJ bersama para imam Keuskupan Pangkalpinang saat Ekaristi perdana, 14 Juli 2019. (KATEDRALPGK/FENNIE)

“Kalau melihat ke belakang, sewaktu SMA dulu banyak guru-guru saya yang lulusan IKIP Sanatha Dharma, jadi secara tidak langsung saya juga sering mendengar tentang Serikat Yesus melalui mereka. Kemudian waktu di SMA juga, suatu hari Pak Marshell (guru agama saat itu-red) bercerita tentang film yang sedang tayang di Bioskop Garuda berjudul ‘The Mission’. Film tersebut bercerita tentang perjuangan para Romo Jesuit di Paraguay. Setelah menonton film itu saya cukup terkesan akan komitmen para Romo Jesuit untuk menyebarkan injil kepada kelompok Indian Guarani yang tinggal di perbatasan Paraguay dan Uruguay, bahkan sampai mereka rela memberikan nyawanya demi kehidupan Gereja,” kenang Rm. Hendri.

Setelah lulus SMA, Hendri muda ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di UGM.
“Ketika di Yogya itu saya selalu ikut Ekaristi mingguan di Kapel Sanatha Dharma, meski saya bukan mahasiswa Sanatha Dharma, tapi saya tinggal di dekat Kampus Sanatha Dharma. Jadi saya menganggap kapel itu sebagai gereja saya dan di sana saya sering bertemu dengan para Romo Jesuit. Ketika pindah ke Jakarta, saya juga menghadiri Ekaristi di Gereja Katedral, Paroki Perawan Maria Diangkat ke Surga, yang juga berada di bawah naungan para Romo Jesuit. Ketika itu terus terang saja saya ke sana karena di ajak mantan pacar saya, tapi tak urung saya kembali bertemu dengan para Romo Jesuit,” imbuhnya.

Cocok dengan Karakter dan Spiritualitas SJ
Menurut Rm Hendri,  di atas segalanya dirinya berpikir karakter dan spiritualitas Serikat Yesus cocok dengannya.
“Saya juga bisa melihat bagaimana kehidupan Santo Ignatius dari Loyola, pendiri Jesuit memberi inspirasi pada saya dan ada juga kemiripan antara jalan hidup beliau dengan jalan hidup saya,” tutur imam yang ditahbiskan pada tanggal 08 Juni 2019 di Gereja Our Lady of La Vang, Portland, Oregon oleh Uskup Agung Portland, Alexander Sample ini.

Ekaristi perdana Rm Hendri, SJ di Gereja St. Petrus Kampung Jeruk, 14 Juli 2019. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Meninggalkan Indonesia tahun 2004, pada awalnya Hendri muda ingin melanjutkan studi.
“Ketika itu saya sudah diterima di program doktoral University of Washington Seattle. Jadi saya terbang ke Seattle tahun 2004 dan memulai studi doktoral saya, akan tetapi kelihatannya Tuhan berencana lain. Justru di Seattle Tuhan mulai memanggil saya dan kemudian membimbing saya untuk masuk Serikat Yesus,” imbuh Rm Hendri.

Ia mengakui, di sisi lain juga ingin meninggalkan Indonesia karena hendak mencoba membuang masa lalu dan memulai kehidupan yang baru.

“Di Indonesia saat itu saya sudah dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa, dan saya ingin melupakan identitas tersebut. Saya juga ingin pergi jauh dari hingar bingar politik Indonesia dan menemukan makna kehidupan baru,” tandasnya. (katedralpgk/bersambung)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •