Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Rabu (23 September 2020)
Bacaan : Ams. 30:5-9Mzm. 119:29,72,89,101,104,163Luk. 9:1-6;

Kuasa atau kekuasaan selalu identik dengan kekuatan, kekayaan dan nama besar. Banyak orang berjuang untuk bisa berkuasa atau menguasai orang lain dengan berbagai jabatan. Lebih dari itu sering kali hanya karena kuasa manusia bisa mengorbankan orang lain. Lebih lagi kalau kuasa dicampur dengan legitimasi agama, yang membuat orang merasa bahwa kuasanya adalah kuasa Tuhan.

Yesus hari ini berbicara tentang “memberi kuasa kepada para murid-Nya”. Kuasa itu diberikan kepda para murid-Nya untuk dapat mengusir setan, menyembuhkan orang sakit. Tujuan kuasa ini adalah semata-mata untuk dapat melayani Tuhan dalam tugas perutusan ini.Tetapi para murid diingatkan bahwa kuasa itu semata-mata diberi atau dianugerahkan oleh Tuhan. Mereka hanya mempergunakan kuasa itu untuk melayani Tuhan dan sesama.

Jika kuasa itu dari Tuhan maka sesungguhnya tidak perlu khawatir tentang apapun yg menunjang pelayanan para murid. Bekal, baju, roti adalah simbol dari barang duniawi yang dicari oleh yang bukan pelayan Tuhan.

Kita semua seperti para murid sama-sama dipanggil untuk menjadi pelayan bagi Tuhan dan sesama. Tentu saja kita juga dilengkapi dengan banyak kuasa dari Tuhan. Kuasa itu semata- mata untuk pelayanan kepada sesama. Jadi sesungguhnya tidak ada kesombongan atau merasa lebih dari yang lain.  Kesombongan membawa kehancuran dan kebinasaan. Tuhan memakai kita untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya. Mari kita berjuang untuk menjadi orang baik dan berkenan di hadapan Tuhan. (*)

Oleh:
RD Stanis.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •