Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Tiga tahun yang lalu, tepatnya 23 September 2017, Mgr Adrianus Sunarko OFM ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Bertindak sebagai uskup pentahbis utama, Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso, SCJ didampingi Uskup Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono, Pr yang sebelumnya menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang, dan Uskup Jayapura yang merupakan Wakil Ketua I Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Leo Laba Ladjar, OFM.

Uskup yang menetapkan motto pastoral ‘Laetentur Insulae Multae’ ini pada awal kepemimpinannya meletakkan landasan visi, misi dan spiritualitas sebagai identitas keuskupan yang digembalakannya. Dengan visi ‘Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang, dijiwai oleh Allah Tritunggal Mahakudus, bertekad menjadi Gereja Partisipatif’ , Mgr Adrianus Sunarko menetapkan misi ‘Membangun Komunitas Basis Gerejawi yang inklusif, dialogal, berakar pada iman dan ajaran Gereja, peduli terhadap lingkungan hidup, profetis, berpihak pada yang miskin, transformatif, kekeluargaan, dan memberdayakan’. Adapun spiritualitasnya adalah  ‘Spiritualitas Kemuridan: Trinitas dan Hamba Allah’.

Visi Keuskupan Pangkalpinang, Membangun Gereja Partisipatif dengan indikator ‘Berpusat pada Kristus’ telah dilaksanakan pada tahun 2019. Saat ini fokus pastoral Keuskupan Pangkalpinang adalah ‘Membangun Komunio yang Murah Hati dan Maha Rahim’. Karena pandemi covid-19 membuat banyak program tertunda, maka fokus pastoral tahun 2020 ini  akan diperpanjang hingga tahun depan.

Terkesan atas realitas bahwa umat menghidupi iman secara konkret, Mgr Adrianus berharap agar umat yang digembalakannya terus memelihara imannya.
“Pertama itu harus disyukuri, iman tadi harus dipelihara. Dan sesuai tahun ini, itu juga penting sekali, baik untuk imam maupun umat. Membangun komunio. Mengupayakan betul-betul supaya ada persaudaraan satu sama lain. Karena kalau tidak, potensi-potensi yang dimiliki kurang maksimal menghasilkan buah. Artinya banyak bakat, kemampuan yang dimiliki pribadi-pribadi, baik imam maupun umat. Sesuai dengan tahun ini juga. Hanya bagaimana caranya supaya kerjasama satu sama lain, membangun komunio. Kalau bisa lebih bagus lagi mungkin potensi-potensi yang ada dimaksimalkan,” pesan Uskup saat memperingati 25 tahun Imamat-nya baru-baru ini.

Lantas Apa Kata Mereka? 

Ignatius Sarwoko, Umat Baturusa.

Ignatius Sarwoko

Menjadi kebanggaan  tersendiri bagi kami, memiliki gembala yang baik, seperti Mgr. Prof. Adrianus Sunarko, O.F.M. Tak terhitung keutamaan yang beliau miliki, baik itu keutamaan spiritual, maupun keutamaan intelektual. Di urutan ke sekian, salah satu yang mengagumkan dari beliau adalah kemahiran berbahasanya. Ketika beliau menyampaikan pikiran, baik itu lisan maupun tulisan, baik dalam situasi formal maupun nonformal, juga dalam kotbah, sangat mudah bagi seluruh umat untuk menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikannya. Bahasanya sederhana, diksinya cermat, dan kalimatnya efektif. Tidak hanya itu, pesan-pesan beliau selalu menyemangati dan menginspirasi.

Di momen HUT ke-3 pentahbisan beliau sebagai Uskup Pangkalpinang, kami mengucapkan proficiat untuk Bapa Uskup. Harapan kami, Bapa Uskup tetap menjadi gembala yang baik bagi kami dan  terus menebarkan semangat dan inspirasi bagi kami. Semoga Allah selalu melindungi Bapa Uskup. “Lætentur insulæ multæ”.

Rotan seikat tiadalah cukup;
Untuk merakit seperangkat kursi;
Proficiat untuk Bapa Uskup;
Tetap tebarkan semangat dan inspirasi.

Lellis, Umat Pangkul.

Lellis.

Kesan saya atas Bapak Uskup orangnya sederhana, kalem, murah senyum dan ramah. Karena keberadaannya itu, umat tidak segan untuk mendekati beliau. Selain itu, Bapak Uskup menjelaskan visi keuskupan yang menurut saya cukup tinggi itu dengan bahasa dan pemahaman yang sederhana, sehingga umat bisa mengerti, memahamai dan menjalankan di KBG-KBG.

Tatkala diminta pesannya, Lellis merasa tak layak memberi pesan untuk seorang uskup. “Tapi mungkin harapan buat Bapak Uskup adalah dengan kami dan bersama kami, demi membangun komunio yang dijiwai Allah Tritunggal Mahakudus,” harapnya.

Anna Fu Mei Na, Umat Kampung Jeruk

Anna Fu Mei Na

Suatu hari tiba-tiba kami mendapat kejutan yang luar biasa. Kami kedatangan Monsinyur di rumah. Mimpi pun kami tidak menyangka. Monsinyur berkunjung ke rumah kami bersama seorang imam Jesuit dari Jakarta yang adalah teman Monsinyur, juga seorang calon imam Jesuit kelahiran Pangkalpinang. Kami sangat terharu. Walaupun Bapak Uskup belum lama bertugas di Pangkalpinang, kami telah mendapatkan kehangatan, keramahan dan senyum yang selalu mengembang dari bibir beliau.

Mama dari Rm Stefanus Hendrianto, SJ ini pun berharap agar umat mendukung Mgr Adrianus Sunarko, OFM.
“Mari kita semua bersatu padu mendukung tugas yang beliau emban,” ajaknya.

Theresia Herlina, Umat Mesu Laut

Theresia Herlina

Bapak Uskup orangnya ramah. Kalau saya belum sempet menyapa, beliau akan menyapa duluan. Secara pribadi kepada saya beliau akan selalu berkata “Umat Mesu kan?”
Selalu di setiap sapaan. Walaupun beliau baru sekali datang ke Mesu saat Minggu Palma tahun 2019, beliau ingat kalau saya adalah umat Mesu. Kalau ada waktu untuk ngobrol, beliau akan ngajak ngobrol, ya sekedar bertanya bagaimana Mesu? Kapan saya diundang lagi ke sana? Kesan lainnya, Mgr kalau homili selalu menarik dan asik, bahasanya mudah dimengerti dan punya makna mendalam.

Maria Fransiska Liu Siu Djun, Umat KBG St. Mikhael – Bacang.

Maria Fransiska Liu Siu Djun

Dalam pandangan saya sebagai kaum awam, Mgr merupakan pribadi yang sangat terbuka. Kesan pertama yang saya rasakan adalah bahwa beliau itu sangat ramah dan berwibawa. Beliau dapat berbaur dengan sangat baik dalam kalangan umat. Beliau juga sangat mempedulikan umatnya.

Saya sangat berharap semoga Mgr semakin disayangi oleh umat Keuskupan Pangkalpinang. Begitupun sebaliknya, semoga Mgr juga semakin menyayangi umat-umatnya di Keuskupan Pangkalpinang ini. Selalu semangat Monsinyur. Meskipun kita sedang menghadapi pandemi ini, tetapi saya yakin keuskupan kita akan semakin berkembang dalam iman akan Tuhan.

Martha Madonnina Puella Pulchra Suluh, Perwakilan Remaja

Martha Madonnina P.P. Suluh

Kesan saya tentang Mgr. Adrianus pertama tangannya halus. Yang kedua, gaya bicaranya sopan, orangnya ramah dan baik. Beliau juga tampil dengan pakaian yang sederhana, tetapi tetap rapi. Selain itu, kotbahnya juga mudah dipahami.

Pesannya, semoga selalu sehat, selalu menjadi gembala yang baik dan ramah bagi umat, tidak mengenal lelah dalam melaksanakan panggilan Tuhan.

Christopher Devin, Ketua OMK Katedral Pangkalpinang.

Christopher Devin

Proficiat kepada Mgr. Adrianus Sunarko dalam rangka tiga tahun menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang. Semoga Monsinyur sehat selalu, makin setia dalam pelayanan, terus berkarya di keuskupan ini, dan semoga Mgr. Adrianus selalu dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Yesus.

Gregorius Heri Eko Prasojo, Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Prov. Babel

Gregorius Heri Eko Prasojo

Ide-ide arah pastoral Mgr Adrianus Sunarko, OFM meneruskan menjadi Gereja partisipatif sebagai hasil sinode II sangat baik dan perlu untuk didukung.  Seperti misalnya membangun Gereja Partisipatif dengan indikator ‘Berpusat pada Kristus’ yang sudah dilaksanakan pada tahun 2019, dan juga fokus pastoral tahun 2020 ini ‘Membangun Komunio yang Murah Hati dan Maha Rahim’.

Pada kesempatan yang sama Heri menitipkan harapan kepada Mgr Adrianus untuk lebih dekat dengan umat. “Menyapa umat, misalnya Ekaristi di KBG, bukan hanya di paroki,” imbuhnya. 

Andi Kris, Katekis

Andi Kris

Di HUT ke-3 Tahbisan Uskup ini, pertama-tama tentu saya sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-3 atas Tahbisan Uskup kepada Bapak Uskup Mgr. Adrianus Sunarko, OFM. Semoga umat seribu pulau berkat bimbingan Bapak Uskup semakin dapat menempatkan Tuhan sebagai raja dalam hidupnya, dan dengan demikian umat semakin bersukacita hidup di dalam Tuhan.

Sebagai orang yang di luar orbit, kesan saya atas bapak Uskup yang saya “potret” dari surat-surat gembala dan tema-tema modul pendalaman iman (katekese) yang diterbitkan,  pertama Bapak Uskup mempunyai arah yang jelas, tegas, dan cukup terencana dalam mewujudkan visi misi Keuskupan Pangkalpinang yaitu membangun Gereja partisipatif.

Kedua, Bapak Uskup sangat merindukan di dalam Gereja partisipatif itu terpancar wajah KBG yang maharahim dan mahamurah. Dan pesan saya ke Bapak Uskup, “Lanjutkan, tetapi jangan lupa selalu adakan evaluasi yang terukur untuk melihat apakah indikator ketercapaian sudah terpenuhi atau belum. Jika belum, jangan takut untuk ‘remedial’ lagi.”

Andi pun berharap Uskup selalu sehat dan dibimbing Roh Kudus, sembari mempersembahkan pantun….
Batu belah batu betangkup
Cerite legenda di tanah Melaka
Selamat ulang tahun tahbisan uskup
Kami ucapkan dengan penuh sukacita

Duduk di pintu nikmati terangnya bulan
Duduk sendiri sambil melamun
Ulang tahun tahbisan uskup sekarang bapak rayakan
Maafkan kami hanya bisa memberi hadiah pantun. (katedralpgk)

Penulis : Tim
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •