Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Selasa (29 September 2020)
Bacaan : Dan. 7:9-10,13-14 atau Why. 12:7-12aMzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5Yoh. 1:47-51. 

Pada hari ini, 29 September, Gereja merayakan Pesta Malaikat Agung (Santo Mikael, Santo Rafael dan Santo Gabriel). Siapakah mereka ini?

Secara khusus kita dibantu oleh Injil hari ini untuk memahami lebih jauh makna pesta malaekat agung ini. Injil hari ini menyajikan kepada kita dialog antara Yesus dan Natanael.  Salah satu kalimat yang disampaikan Yesus kepada Natanael adalah sebagai berikut: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka  dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia “.

Filipus membawa Natanael kepada Yesus (Yoh 1: 45-46). Natanael berseru: “Dapatkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth?” Natanael berasal dari Kana, sebuah desa dekat Nazareth. Melihat Natanael, Yesus berkata: “Ini adalah orang Israel yang otentik, tanpa kepalsuan!” Dan Tuhan mengaku sudah mengenal Natanael ketika dia berada di bawah pohon ara. Bagaimana mungkin Natanael menjadi “orang Israel yang otentik” jika dia tidak menerima Yesus sang Mesias?

Natanael “berada di bawah pohon ara”. Pohon ara adalah lambang Israel (lih. Zak 3,10). “Berada di bawah pohon ara” sama dengan setia pada rencana Allah bangsa Israel. Orang Israel yang otentik adalah dia yang tahu bagaimana menyingkirkan ide-idenya sendiri ketika dia merasa bahwa mereka tidak setuju dengan rencana Tuhan. Natanael itu otentik orang Israel; sebab ia mengharapkan Mesias sesuai dengan ajaran resmi saat itu, yang menurutnya Mesias berasal dari Betlehem di Yudea. Karena itu tidak mungkin Mesias datang dari Nazaret ke Galilea (Yoh 7: 41-42.52). Karena alasan ini, Natanael menolak menerima Yesus sang Mesias. Tetapi pertemuan dengan Yesus membantunya untuk menyadari bahwa rencana Tuhan tidak selalu seperti yang dibayangkan atau diharapkan manusia.

Natanael menyadari hal itu, kemudian ia berubah pikiran, dan menerima Yesus sang Mesias dan mengaku: “Guru, Engkau adalah putra Allah, Engkaulah raja Israel!” “Para malaikat Allah yang turun dan naik ke atas Anak Manusia”, demikian kata-kata Yesus kepada Natanael. Pengakuan Natanael baru saja dimulai. Mereka yang setia akan melihat surga terbuka dan para malaikat yang naik dan turun atas Anak Manusia. Dia akan mengalami bahwa Yesus adalah penghubung baru antara Tuhan dan kita, manusia. Itu adalah penggenapan mimpi Yakub (Kejadian. 28,10-22).

SUMBER FOTO : https://catatanseorangofs.wordpress.com/2016/09/28/pesta-tiga-malaikat-agung-6/

Para malaikat naik turun tangga. Tiga malaikat agung: Gabriel, Raphael dan Michael. Gabriel menjelaskan arti penglihatan tersebut kepada nabi Daniel (Ulangan 8,16; 9,21). Malaikat Gabriel sendiri membawa pesan Tuhan kepada Elisabet (Luk 1:19) dan kepada Maria, ibu Yesus (Luk 1:26). Namanya berarti “Tuhan itu kuat”. Raphael muncul di buku Tobias. Ia menemani Tobias, putra Tobit dan Anna, sepanjang perjalanan dan melindunginya dari segala bahaya. Bantu Tobit membebaskan Sara dari roh jahat dan sembuhkan Tobit, sang ayah, dari kebutaan. Namanya berarti “Tuhan menyembuhkan”. Mikael membantu nabi Daniel dalam pergumulan dan kesulitannya (Ulangan 10,13.21; 12,1).

Surat Yudas mengatakan bahwa Mikhael memperdebatkan tubuh Musa dengan iblis (Yudas 1,9). Mikhael-lah yang mengalahkan setan, membuatnya jatuh dari surga dan melemparkannya ke neraka (Ap 12,7). Namanya berarti: “Siapa yang seperti Tuhan!” Kata malaikat berarti pembawa pesan. Dia membawa pesan dari Tuhan di dalam Alkitab, semua alam bisa menjadi utusan Tuhan, mengungkapkan kasih Tuhan untuk kita (Mzm 104.4). Malaikat dapat menjadi Tuhan sendiri, ketika dia memalingkan wajah-Nya pada kita dan mengungkapkan kehadiran-Nya yang penuh kasih kepada kita.

Kita berdoa kepada St. Mikhael mohon agar ia menjadi pembela kita dalam menghadapi roh jahat,  ketika kita dalam penganiayaan, godaan dan perpecahan; kita berdoa kepada kepada St. Gabriel agar kita ditolong untuk mengerti kehendak Allah; dan terutama agat ia selalu membawa warta sukacita dan ‘terang ilahi’ agar budi dan hati kita; dan kepada St. Rafael, kita mohon agar ia menyembuhkan dan membebaskan kita dari perhambatan dosa. (*)

Oleh:
RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •