Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KACE, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – “Gunakan tiga kata yang sangat mudah yaitu tolong, terima kasih dan maaf,” demikian tips yang dibagikan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM saat Pembinaan Keluarga ME (Marriage Encounter) Distrik XV Keuskupan Pangkalpinang di Hotel Aksi I Jalan Mentok, Kace, Kabupaten Bangka, Minggu (27/09/2020). Menggunakan kata tolong jika meminta pasangan untuk membantu, misalnya tolong buatkan teh hangat saat ingin minum teh dan meminta istri membuatkannya. Begitu juga kata terima kasih, jika apa yang diminta sudah diberikan.

“Dan jangan malu atau sungkan meminta maaf jika ada kesalahan yang kita buat. Jika tiga kata itu diterapkan alangkah indah dan bahagianya sebuah keluarga. Karena dari sanalah ada komunikasi yang baik, cinta kasih, kesetiaan, kelemahlembutan serta pengampunan. Dan inilah intinya berkomunio dalam keluarga di mana cinta kasih Allah yang murah hati dan maha rahim itu terwujud dalam kehidupan keluarga sehari-hari; antara suami istri, anak-anak, saudara dan sebagainya,” pesan Mgr Adrianus.

Sebelumnya, pada bagian pertama Mgr. Adrianus mengajak para peserta untuk mampu menyelami apa yang dikehendaki Allah dalam Sakramen Perkawinan dengan merujuk pada Kitab Suci dan berbagai dokumen Gereja.
“Yang dikehendaki oleh Gereja tentunya yang baik-baik, di mana sebuah perkawinan akan menciptakan sebuah kebahagiaan bagi suami istri. Dan lebih dari itu adalah sebuah panggilan agar kehidupan setiap orang menjadi kudus melalui hidup perkawinannya,” tandas Mgr Adrianus.

Salah satu yang diharapkan Mgr Adrianus adalah jika situasi sedang tak diinginkan misalnya terjadi pertengkaran (konflik suami istri) diharapkan setiap pasangan mampu menahan diri untuk tidak berbuat dosa dengan menyakiti hati dan fisik pasangan, berbuat nekat, memecahkan barang-barang di rumah dan sebagainya, tetapi ambillah waktu untuk saling mendoakan.
“Pasti ini tidak mudah, tetapi inilah yang dikehendaki Allah dan tentunya kita semua, agar kita menjadi bahagia dan menuju pada kekudusan,” harap Uskup.

Diskusi di celah pembinaan ME Distrik XV. (KATEDRALPGK/SULIST)

Sementara itu, RD FX Hendrawinata dan tim dalam sesionnya mengingatkan para pasutri ME untuk memegang teguh Tri Marga ME guna mewujudkan komunio dalam keluarganya masing-masing yaitu dialog perasaan, menjaga kemesraan dan selalu berdoa bersama pasangan (keluarga).

Berharap Keluarga Semakin Kuat

“Pandemi covid-19 bukan saja mengubah berbagai rencana kegiatan, tetapi juga mampu mengubah tatanan kehidupan. Entah sampai kapan, kita semua belum ada yang tahu dengan pasti. Hanya saja kita harus tetap optimis dan secara khusus saya berharap keluarga-keluarga akan semakin dikuatkan,” demikian disampaikan Pembimas Katolik Kementrian Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gregorius Heri Eko Prasojo dalam acara yang sama.

Lebih lanjut dihadapan para pasutri ME, Heri menyatakan terimakasih dan kegembiraannya karena Gereja Katolik selalu berusaha menjalankan pelayanannya di tengah pandemi covid-19 tanpa mengabaikan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan.
“Kami selaku pembimas Katolik yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah melayani masyarakat Katolik sangat terbantu berkat kerjasama yang baik dengan Gereja Keuskupan Pangkalpinang. Berkaitan dengan Pembinaan Keluarga ME saat ini saya juga memberikan apresiasi kepada para pengurus dan pasutri ME yang telah mengelola dana bantuan yang kami berikan dengan baik sehingga bisa menyelenggarakan kegiatan ini. Tentunya tidak mudah untuk menyelenggarakan kegiatan di masa pandemi ini dengan mengurus protokol kesehatan, menyeleksi peserta yang sungguh-sungguh sehat dan sebagainya.”  ungkapnya.

Masih  menurut Heri, “Program Kerja Pemerintah saat ini adalah bagaimana menjadikan keluarga-keluarga semakin kuat dalam menghadapi kehidupannya. Oleh karena itu dalam lima tahun ke depan Pembimas Katolik juga menargetkan adanya pembinaan-pembinaan keluarga di berbagai tempat. Paling tidak tiap tahun akan diadakan pembinaan bagi 40 keluarga Katolik. Dan hari ini ME telah menyumbangkan 50 peserta. Idealnya dari para pasutri ME yang hari ini ikut pembinaan mampu membiaskan kepada keluarga lainnya di tempat pelayanannya masing-masing.”

Foto bersama ME Distrik XV bersama Romo Pendamping. (KATEDRALPGK/SULIST)

Terpisah, menurut pasutri Sulist – Milla selaku panitia penyelenggara, kegiatan ini awalnya direncanakan pada Mei 2020 dengan difasilitasi Bimas Katolik dan rencananya akan diikuti sedikitnya 200 orang peserta dari seluruh paroki di Bangka Belitung.
“Namun karena pandemi covid maka baru bisa dilaksanakan di era new normal saat ini, itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat di antaranya pembatasan peserta maksimal 50 orang dan dinyatakan sehat. Dalam pelaksanaan juga harus senantiasa memakai masker, disediakan sarana cuci tangan/ hand sanitizer dan ukur suhu tubuh,” ujarnya. (*)

Penulis : Sulist
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •