Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM — Istilah Dedikasi untuk Altar memang terdengar kurang familiar di telinga umat pada umumnya. Hal ini bisa dimengerti karena beberapa alasan. Peristiwa penggantian meja altar merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi, sehingga kesempatan umat untuk menjumpai peristiwa khusus tersebut juga sangat kecil kemungkinannya. Selain itu, penggunaan istilah Dedikasi bisa dikatakan tergolong baru, karena untuk upacara serupa dalam ritus Gereja Katolik sebelumnya disebut dengan konsekrasi.

Mgr Adrianus Sunarko, OFM menyalakan lilin untuk disulut pada altar sesaat sebelum persembahan. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Dedikasi adalah sebuah tindakan menguduskan, baik untuk altar, bait suci, Gereja atau bangunan kudus lainnya. Upacara pengudusan ini biasanya dipersembahkan oleh Uskup. Upacara dedikasi dimaksudkan agar bangunan Gereja, altar dan benda-benda lainnya mengungkapkan kesucian Allah sendiri. Dengan begitu, umat Allah mesti memahami bahwa semua benda yang ada di dalam Gereja bukan sekedar aksesoris pelengkap rumah ibadat yang harus ada, tetapi sungguh menyatakan kesucian Allah yang terpancar. Kesadaran ini pula yang semestinya membantu pertumbuhan iman dan mengantar umat pada misteri-misteri kudus yang dirayakan oleh Gereja.

Uskup mengolesi ke-4 sudut altar dengan minyak krisma saat Dedikasi Altar di Kapela St. Mikhael, Baciang, Pangkalpinang. (KATEDRALPGK/PENNIE)

Begitu pula upacara dedikasi altar di Kapela Santo Mikhael, Baciang, Pangkalpinang, Selasa (29 September 2020) petang yang dilaksanakan bersamaan dengan perayaan pesta tiga Malaekat Agung, pelindung KBG di wilayah 10. Ekaristi untuk dedikasi altar dipimpin langsung oleh Mgr Adrianus Sunarko OFM sebagai selebran utama, didampingi dua konselebran yaitu, RD Yustinianus Ta’Laleng (Parokus) dan RD Berto Nur Arifin Putra Ngita (Pastor Rekan).

Mgr Adrianus memimpin perjamuan Ekaristi didampingi dua konselebran. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Selain dedikasi altar, di penghujung Ekaristi, Monsinyur juga berkenan memberikan berkat untuk tiga mozaik baru. Karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan material potongan kaca itu bergambar tiga Malaekat Agung pelindung KBG wilayah 10, Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang, yakni Mikhael, Gabriel dan Rafael.

Mgr Adrianus memberkati mozaik Rafael yang baru dipasang dekat jendela Kapela St. Mikhael, Baciang. (KATEDRALPGK/FENNIE)

(katedralpgk)

Penulis : Willy Suluh
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •