Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM — Setelah mengalami pemekaran wilayah di kisaran tahun 2013-2014, umat Katolik wilayah 10 terbagi menjadi tiga Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Ketiga KBG itu mengambil nama tiga Malaekat Agung Gereja sebagai pelindungnya; Mikhael, Gabriel dan Rafael. Di dalam tradisi Gereja Katolik, pesta perayaan Tiga Malaekat Agung ini diperingati setiap tanggal 29 September.

Uskup memberkati air untuk direcikan kepada umat sebagai tanda tobat dan untuk membangkitkan kenangan akan sakramen baptis, serta untuk menyucikan altar dan perlengkapan panti imam yang baru. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Selebran utama Mgr Adrianus Sunarko OFM didampingi konselebran RD Yustin dan RD Berto berlutut sesaat sebelum upacara dedikasi dan pengurapan altar. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Dalam situasi normal, beberapa kegiatan hampir selalu dibuat secara bersama untuk memeriahkan peringatan Malaekat pelindung tiga KBG; mulai dari kegiatan yang bersifat rekreatif, makan bersama, aneka perlombaan; seperti mewarnai untuk anak-anak, menyanyikan mazmur, lomba lektor, doa novena masing-masing Malaekat Agung, sampai acara rekoleksi bagi seluruh anggota KBG. Di atas itu semua, Perayaan Ekaristi selalu menjadi puncak dan inti dari seluruh rangkaian acara yang dibuat dalam rangka pesta Tiga Malaekat Agung tersebut.

Mgr Adrianus memimpin perjamuan Ekaristi. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Wilayah 10 Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang memang memiliki sedikit keunikan dibanding wilayah lain. Umat wilayah 10 memiliki kapela sendiri sebagai tempat yang representatif untuk beribadah atau merayakan Ekaristi. Parokus juga memberi kesempatan untuk melaksanakan perayaan Ekaristi setiap minggu. Situasi seperti itu tidak hadir secara tiba-tiba. Ada sejarah panjang dan berliku sehingga Kapela Santo Mikhael akhirnya berdiri dan dapat menyelenggarakan Ekaristi secara mandiri. Kisah itu semoga akan diceritakan dalam kesempatan yang berbeda. Singkat cerita, pada tahun 2001, Kapela Santo Mikhael akhirnya berdiri dan diresmikan oleh Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang saat itu, RD Markus Agus Tarnanu.

Parokus RD Yustin melanjutkan mengoles daun altar dengan minyak Krisma yang sebelumnya dioles Uskup. (KATEDRALPGK/FENNIE)

 

Konselebran RD Berto dibantu misdinar membentangi kain altar. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Setelah 19 tahun sejak pertama kali diberkati, Kapela St. Mikhael kembali menapaki salah satu peristiwa penting dan bersejarah bagi peziarahan dan pengalaman hidup umat beriman. Peristiwa penting tersebut adalah dilaksanakannya upacara Dedikasi Altar. Upacara tersebut dilakukan setelah umat dan pengurus Kapela merasa perlu untuk mengganti meja Altar lama yang mulai rusak dengan meja altar baru. Ekaristi untuk dedikasi altar dipimpin langsung oleh Mgr Adrianus Sunarko OFM sebagai selebran utama, didampingi dua konselebran yaitu, RD Yustinianus Ta’Laleng (Parokus) dan RD Berto Nur Arifin Putra Ngita (Pastor Rekan), Selasa (29 September 2020) petang.

Mgr Adrianus Sunarko, OFM menyampaikan homili (KATEDRALPGK/FENNIE)

Di dalam kotbahnya, Mgr Adrianus mengajak umat Kristiani, khususnya di wilayah 10 untuk semakin mengenali pribadi ketiga Malaekat Agung Gereja yang diperingati hari itu (29 September-red). Uskup juga mengajak umat untuk mensyukuri bahwa ketiga Malaekat Agung pelindung KBG di wilayah 10 membawa banyak berkat yang beranekaragam.

“Malaekat Agung Mikhael mempunyai kekuatan untuk mengusir setan dan roh jahat. Malaekat Agung Gabriel menjadi perantara Allah untuk memberikan kabar-kabar suka cita kepada manusia, sementara Malaekat Agung Rafael mempunyai kekuatan menyembuhkan terutama dari kuasa jahat dan menjadi perantara Allah untuk memberi perlindungan dalam perjalanan,” demikian pemimpin tertinggi umat Katolik di Keuskupan Pangkalpinang ini menyampaikan sembari berharap agar kehidupan rohani dan iman umat Allah bertumbuh dalam lindungan dan spiritualitas tiga Malaekat Agung Gereja.

Mgr Adrianus memberkati mozaik Gabriel yang baru dipasang dekat jendela Kapela St. Mikhael, Baciang. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Perayaan Ekaristi berjalan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan; pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, pakai masker dan penerapan jaga jarak. Mereka yang hadir dan ikut ambil bagian adalah umat dari tiga KBG, bersama tamu undangan yaitu para koordinator wilayah dalam kota Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang.

Umat mencuci tangan di depan Kapela sesaat sebelum mengikuti perayaan Ekaristi sebagai standar kenormalan baru. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Sebelum berkat penutup, Koordinator wilayah 10, Sukendar ikut menyampaikan limpahan suka cita untuk perjalanan iman umat di wilayah 10. Ia juga mengucapkan terima kasih untuk dedikasi altar yang dipersembahan Uskup serta pastor paroki dan rekan, keterlibatan seluruh umat, panitia, dukungan umat dari wilayah lain yang diwakili oleh para koordinator wilayah. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada para donatur yang selalu menjadi perantara Allah yang murah hati bagi umat di wilayah 10.
“Semoga Allah selalu memberi ganjaran untuk kebaikan dan kemurahan hati para donatur,” tuturnya.

Umat dan tamu undangan mengikuti Ekaristi dengan standar new normal. (KATEDRALPGK/FENNIE)

 

Monsinyur Mohon Doa

Uskup didampingi Parokus dan koordinator wilayah 10 memotong kue HUT Episkopal ke-3 Mgr. Adrianus Sunarko, OFM. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Usai Ekaristi masih ada perayaan sederhana untuk ulang tahun ketiga Tahbisan Monsinyur sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang. Pada kesempatan itu, selain mengungkapkan kebahagiaannya bertemu dengan banyak ‘malaekat’ di wilayah 10, Monsinyur juga meneladani Paus Fransiskus agar umat selalu mendoakannya.

“Seperti yang sering disampaikan Paus Fransiskus, saya juga mohon doa,” ungkap Mgr Adrianus sebelum meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Tentunya akan selalu ada doa terbaik untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan karya penggembalaan Monsinyur bagi umat Keuskupan Pangkalpinang.

Kue HUT Episkopal ke-3 Mgr. Adrianus Sunarko, OFM. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Sungguh, tanggal 29 September selalu menjadi waktu yang istimewa bagi umat Katolik di wilayah 10 Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang. Selain perayaan pesta tiga Malaekat Agung pelindung KBG, pengalaman iman dedikasi altar yang langsung dipersembahkan oleh Monsinyur, perayaan tiga tahun Tahbisan Episkopal Uskup, dan dukungan seluruh umat melalui para donatur serta perwakilan koordinator wilayah yang datang, demikianlah tanggal itu menjadi istimewa bagi ketiga KBG di wilayah 10. Pesta tiga Malaekat Agung terasa begitu sempurna tahun ini. (katedralpgk)

Penulis : Willy Suluh
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •