Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian,  06 Oktober 2020
Minggu Biasa XXVII,
Bacaan :
Galatia 1 : 13 – 24
Lukas 10 : 38 – 42

Saudara-saudari……..

Adalah sebuah kebiasaan Orang Flores apabila hendak melakukan sesuatu selalu diawali dengan membuat TANDA SALIB. Kebiasaan membuat Tanda Salib ini sudah mulai diajarkan semenjak masih usia anak-anak. Bahkan saat masih bayi pun, dengan bantuan orang tua atau keluarga besar, sang bayi diberi Tanda Salib sebelum mandi dan makan.

Menjadi pertanyaannya adalah apakah membuat Tanda Salib itu sekedar sebuah kebiasaan yang selalu dilakukan turun temurun? Atau karena dipesan Guru Agama, Katekis, Pengurus Gereja atau Pastor? Ataukah ada makna dibaliknya sehingga harus melakukannya?

Terlepas dari  sebuah kebiasaan atau karena diwajibkan oleh sang pemimpin, pasti ada nilai atau keutamaan yang mau diangkat di balik tindakan membuat Tanda Salib tersebut. Salah satu nilai yang secara implisit yang mau ditanamkan oleh oran tua kepada sang anak, yakni Tuhan adalah Pusat dan Sumber Kehidupan. Keterlibatan dan campur tangan Tuhan dalam setiap kehidupan jangan sampai dilupakan.

Saudara-saudari……

Sabda Tuhan yang kita baca hari ini, baik dari Bacaan Injil (Lukas 10:38-42) maupun dalam Surat Paulus kepada Umat di Galatia (Galatia 1:13-24) sangat kuat berbicara tentang peranan Tuhan dalam hidup manusia. Marta dan Maria mendapatkan kunjungan dari Tuhan Yesus dalam rumah mereka. Sebuah kehormatan karena ditemui Tuhan maka wajar diberi pelayanan yang terbaik. Baik Marta maupun Maria, sesuai keahlian dan potensi yang dimiliki berusaha memberikan pelayanan yang terbaik.

Yesus sebagai seorang tamu pasti sangat senang dengan pelayanan yang diberikan. Yesus menghargai segala bentuk pemberian. Yesus memberikan kesempatan dan peluang, baik kepada Marta maupun Maria untuk mengekspresikan keahlian dan kemampuan mereka. Yesus sembari menerima dan menikmati pelayanan yang diberikan oleh kedua saudara tersebut juga membuat PENILAIAN dan PENEGASAN atas semua yang baik dan indah.

Di saat yang tepat, ketika Marta menyatakan keluhannya kepada Yesus tentang Saudaranya Maria yang hanya duduk mendengarkan Yesus saja, Yesus lalu menjawab dengan ramah dan tegas bahwa semua kesibukan duniawi itu baik dan penting tetapi satu hal yang lebih baik dan lebih penting lagi adalah datang, duduk dan dengarkan Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan adalah PUSAT dan SUMBER kehidupan kita. Maka jalan terbaik adalah datang kepada-Nya. Mendengarkan apa pesan-Nya. Dan melakukan apa yang dikehandaki-Nya.

Kehadiran Yesus yang memberi warna baru dalam pengalaman kehidupan Marta dan Maria dapat kita lihat juga dalam kehidupan Santo Paulus. Kita tahu bahwa Paulus yang sebelumnya bernama Saulus adalah orang hebat, kuat, terkenal dan ditakuti oleh siapapun. Para pengikut Yesus adalah musuh baginya. Maka dia selalu mengejar bahkan berusaha membinasakannya, namun dia tidak menyadari bahwa kemampuan dan kekuatan yang dimiliki itu berasal dari Tuhan. Dia menyalahgunakan kehebatannya. Kemampuannya bukan untuk melindungi tetapi malah sebaliknya.

Hal yang kurang baik dan yang tidak berkenan kepada Tuhan pada waktunya akan berakhir, maka pada waktunya Tuhan menangkapnya. Tuhan membalikkan kehidupan Paulus. Tuhan menghargai kemampuannya, tetapi bukan untuk membinasakan melainkan untuk menghidupkan. Tuhan memakai dia, bukan untuk memecah-belah, tetapi untuk menyatukan. Tuhan memanggil dia bukan untuk menjadi musuh tetapi menjadi sahabat. Paulus akhirnya menyadari bahwa segala yang dimilikinya itu bersumber dari Tuhan. Maka dia harus berpusat kepada Tuhan Tuhan.

Saudara-saudari…….

Setiap kita dianugerahi bakat dan talenta; kemampuan dan kekuatan; kemungkinan dan peluang; serta kekuatan dan andalan. Atas semuanya itu, Tuhan memberikan kepada kita kesempatan untuk memperkembangkannya.

Usaha untuk memperganda rahmat Tuhan yang dianugerahkan kepada kita, hanya dengan kemampuan sendiri, kita tak bisa; kita tidak akan mampu. Kita membutuhkan keterlibatan dan campur tangan Tuhan. Semua akan terasa hampa apabila kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Semuanya hanya akan siai-sia kalau kita menjauh daripada-Nya. Tuhan adalah PUSAT dan SUMBER hidup kita.

Jalan yang terbaik adalah teruslah bekerja, berjuang dan beramal seperti Marta, tetapi kita harus tetap kembali kepada-Nya sebagai PUSAT dan SUMBER seperti Maria. Sikap terbaik yang harus terus menerus kita bangun sebagai manusia lemah dan berdosa adalah TOBAT agar selalu kembali ke Jalan-Nya seperti Paulus. Tuhan memberkati. Amin. (*)

 Oleh:
 RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •