Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Kamis (08 Oktober 2020)
Kamis, Pekan Biasa XXVII
Bacaan : Gal 3:1-5; Luk 11:5-13

Paulus menegur Jemaat di Galatia dengan keras karena tindakan bodoh mereka. Mereka membiarkan diri diperdaya oleh ajaran Taurat yang salah. Mereka telah menerima Roh bukan karena melakukan hukum Taurat, tetapi terutama karena percaya pada pemberitaan Injil tentang Yesus yang tersalib. Semestinya hidup mereka berpegangan pada Yesus yang tersalib, bukan yang lain. Pengalaman iman orang Kristen sejati adalah bahwa dosa telah dihapus oleh Yesus yang tersalib dan dengan menerima Roh Kudus dilahirkan baru menjadi anak Allah. Penghayatan tersebut sirna, jemaat Galatia kembali pada penghayatan lama. Pantaslah jika Paulus geram.

Tidak bisa dipungkiri iman akan Yesus Kristus bisa berubah karena banyak alasan. Injil memberi keyakinan pada kita bahwa Allah tidak pernah berubah. Allah tak akan membiarkan kita umat-Nya menderita. Allah selalu terbuka menolong kita dalam segala waktu. Allah selalu membuka pintu untuk menolong kita. Ia membuka tangan-Nya lebar-lebar dan memastikan kita tidak akan sengsara. Allah selalu menyediakan yang terbaik untuk kita. Allah dapat memberikan apa saja yang kita minta, tapi Ia memberikan yang terbaik. Yesus juga mengajarkan agar mintalah yang benar-benar kita butuhkan, karena di sinilah terlihat kemurnian dan ketulusan hati. Sayangnya kita seringkali menuntut Allah dengan banyak hal. Dan ketika permintaan itu tidak dipenuhi kita seperti jemaat Galatia.

Saat ini Pandemi covid-19 tidak seperti harapan kita. Kita berharap pandemi segera mereda, namun yang terjadi jauh dari harapan. Di penghujung tahun ini kita dihadapkan kenyataan semakin banyak orang yang terpapar covid-19. Pandemi ini mengisahkan banyak derita. Ibu-ibu stres harus menjadi guru untuk anak-anak-nya yang menjalani pembelajaran daring, pelajar mengalami kejenuhan, pelaku ekonomi stres, pariwisata sepi, dan usaha-usaha gulung tikar. Pertanyaannya adalah, “Apakah kita akan seperti jemaat Galatia? Mungkin kita tidak meninggalkan iman kita…. tetapi bisa jadi kita kehilangan harapan. “

Hidup iman kita menjadi rapuh, tetapi Yesus menguatkan kita hari ini dengan mengatakan: “Mintalah Maka Kalian Akan Diberi!” (*)

Renungan Oleh:
SHIMUL.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •