Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Jumat (23 Oktober 2020)
Bacaan Injil Lukas, 12,54-59

Injil yang dibacakan hari ini menyajikan kepada kita seruan Yesus untuk belajar membaca Tanda-tanda Zaman. Teks inilah yang menginspirasi Paus Yohanes XXIIII untuk menyerukan perlunya diadakan Konsili (Konsili Vatikan II) agar Gereja memperhatikan Tanda-tanda Zaman dan lebih memahami dengan baik panggilan Tuhan dalam peristiwa-peristiwa sejarah hidup manusia.

Semua orang tahu bagaimana menafsirkan tanda-tanda di bumi dan langit. “…Ketika kamu melihat awan naik ke barat, kamu langsung berkata: Hujan akan datang, dan begitulah yang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.” Yesus mengungkapkan pengalaman umum yang dialami manusia. Setiap orang, di mana pun, tahu bagaimana membaca tanda-tanda langit dan bumi. Tubuh kita pun dapat merasakan ketika akan ada hujan atau ketika ada perubahan cuaca.  

Yesus memakai pengalaman manusia berhubungan dengan alam seperti itu dapat menjadi salah satu sumber penting untuk mengetahui dan merasakan pengalaman pertemuan atau perjumpaan dengan Tuhan; dan menjadi sumber inspirasi bagi kebaruan iman. Misalnya Yesus pernah mengingatkan kita:Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. Peringatan itu disampaikan untuk membantu kita melihat revolusi mental yang ingin Ia bawa: “mencintai musuh!” (Bdk. Mat 5: 43-45).

“…, tapi mereka tidak bisa membaca tanda-tanda zaman”. Yesus menarik kesimpulan tentang orang-orang sezamannya dan bagi kita semua: “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? ” (ay. 56-57). Santo Agustinus pernah berkata: alam, penciptaan, adalah kitab pertama yang ditulis oleh Tuhan. Sebab, melalui alam, Tuhan berbicara kepada kita. Dosa penipuan membuat kita tidak dapat membaca pesan Tuhan yang tercetak di alam dan fakta kehidupan. Alkitab atau Kitab Suci adalah kitab kedua dari Tuhan; dan Alkitab ini ditulis bukan untuk menempati atau menggantikan Hidup, tetapi untuk membantu kita menafsirkan alam dan kehidupan serta belajar kembali untuk menemukan panggilan Tuhan dalam kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa kehidupan. “Mengapa Anda tidak menilai sendiri apa yang benar?” Dengan berbagi/sharing di antara kita apa yang kita lihat di alam, kita akan dapat menemukan panggilan Tuhan dalam hidup.

Ilustrasi. (SUMBER : http://www.lavocedelvolturno.com/vangelo-lc-1254-59/#.X5GhNpkxXDc)

Tahu memetik pelajaran untuk hidup. “Jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas “. Salah satu poin yang paling ditekankan Yesus adalah rekonsiliasi. Saat itu banyak terjadi ketegangan dan konflik antar kelompok radikal dengan kecenderungan berbeda: kaum Zelot, kaum Farisi, Saduki, Pengikut Herodes (Herodian). Tidak ada yang mau mengalah. Perkataan Yesus tentang rekonsiliasi meminta adanya saling menerima dan saling mengerti. Karena satu-satunya dosa yang gagal diampuni Tuhan adalah ketidakmauan untuk mengampuni satu terhadap yang lain (Mat 6:14). Oleh karena itu, Tuhan meminta usaha untuk rekonsiliasi sebelum terlambat! (*)

Renungan Oleh:
RD Benny Balun

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •