Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Perayaan Ekaristi Hari Arwah Semua Orang Beriman yang akan berlangsung di Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang, juga akan berlangsung di Gereja wilayah Paroki Katedral St. Yosef yakni di Kapela St. Mikhael Baciang, Gereja St. Petrus Kampungjeruk dan Gereja St. Yohanes Pembaptis Baturusa, Senin (02 November 2020) mendatang.

Rencananya perayaan Ekaristi di semua gereja tersebut akan berlangsung pukul 15.00 WIB. Khusus wilayah 10 yang terdiri dari KBG Mikhael, Rafael dan Gabriel, pemberkatan bunga akan berlangsung pada hari yang sama mulai pukul 14.00 WIB.
“Intensi Ekaristi dapat disampaikan mulai Senin (26 Oktober 2020) dan bisa diantar ke rumah Ibu Lusia Lestari untuk segera diinventarisir,” pesan Sekretaris KBG St. Mikhael, Krisentia Made Ayu Maharani melalui grup whatsapp KBG.

Sementara Ketua KBG St. Petrus wilayah 1 Baturusa, Aloysius Tobi Kelen kepada katedralpangkalpinang.com mengatakan, usai mengikuti perayaan Ekaristi umat bisa langsung ke pemakaman.
“Umat kami, lokasi pemakaman keluarga mereka berpencar. Ada yang di Pagarawan, Baturusa, Sunghin dan Sihin,” tuturnya.

Dasar Teologis Mendoakan Arwah
Terpisah, Parokus Katedral St Yosef Pangkalpinang RD Laurensius Yustinianus Ta’Laleng berujar, “Pada hari peringatan arwah orang beriman mengingatkan kita bahwa ada sejumlah anggota Gereja yang masih membutuhkan doa-doa kita, yaitu mereka yang berada di Purgatorium yang sedang mengalami masa pemurnian. Artinya bahwa, dasar teologis dari perayaan Hari Arwah tidak dapat dilepaskan dari ajaran Gereja bahwa arwah semua orang beriman belum disucikan sepenuhnya dan masih harus menjalankan penyucian agar dapat masuk ke dalam kegembiraan surga (KGK 1030).”

Parokus melanjutkan, proses penyucian ini disebut Gereja sebagai purgatorium – api penyucian (KGK 1031). Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati (KGK 1032).
“Dalam rangka membantu jiwa-jiwa di Purgatorium, Gereja memberikan indulgensi penuh pada hari arwah, sehingga kita dapat membantu jiwa-jiwa tersebut agar dapat digabungkan ke dalam Kerajaan Surga. Jadi, sesungguhnya kita mempunyai kesempatan untuk membantu jiwa-jiwa di Purgatorium secara istimewa di Hari Arwah. Namun, tentu kita juga tetap dapat membantu jiwa-jiwa tersebut di hari-hari yang lain,” tandasnya.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa mendoakan jiwa-jiwa orang beriman di Api Penyucian sudah menjadi tradisi Gereja Katolik dan terus berlangsung hingga saat ini di kalangan umat Katolik seluruh dunia setiap tanggal 02 November.
“Dan kita tahu bahwa satu hari sebelumnya kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus pada 01 November. Kedua perayaan tersebut menunjukkan suatu refleksi iman bahwa selalu ada ikatan kasih yang kuat antara yang masih hidup, yang sudah meninggal, dan yang sudah bahagia di surga,” imbuh Romo Yustin.

Lebih jauh Romo Yustin berpesan, karena itu berdoalah bagi arwah-arwah orang yang sudah meninggal dunia sebelum kita meninggal dan didoakan. Karena hanya Gereja Katolik yang umatnya di seluruh dunia bersatu mendoakan jiwa-jiwa di Api Penyucian sekurang-kurangnya satu tahun sekali pada tanggal 02 November.
“Maka sangat disayangkan kalau tawaran perayaan Ekaristi pada Peringatan Arwah orang Beriman, pada tanggal 02 November di beberapa wilayah kurang ditanggapi, atau tidak dilaksanakan dengan berbagai alasan,” ujarnya. (katedralpgk)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •