Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Pagi itu hujan turun cukup deras di beberapa wilayah Kota Pangkalpinang. Sampai menjelang siang menuju pukul sepuluh, langit masih menyisakan sedikit rintik hujan. Wajah langit memang sedikit sendu pagi itu. Namun begitu, tampak antrian umat yang mulai berdatangan dan lambat laun semakin banyak mengisi sebagian pelataran Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang, Minggu (25 Oktober 2020).

Sebagian remaja Katolik dari wilayah satu hingga sebelas Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang pagi itu hendak menerima Sakramen Krisma atau Sakremen Penguatan. Memang, tidak semua yang menerima adalah para muda usia remaja. Ada pula beberapa orang yang telah dewasa dan baru memiliki kesempatan untuk menerima Sakramen Penguatan.

Penerima Sakramen Krisma seluruhnya berjumlah 109 orang. Dengan jumlah itu, seluruh bangku umat yang ada di dalam Gereja hampir terisi seluruhnya. Tempat duduk umat tetap diatur dengan menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak. Akibatnya, cukup banyak orang tua yang ikut menghantar dan para umat yang ingin memberi dukungan doa, mesti mengikuti perayaan Ekaristi dari luar gedung Gereja Katedral.

Makna Penerimaan Krisma
Perayaan Ekaristi dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Dipimpin langsung oleh Monsinyur Adrianus Sunarko OFM, didampingi oleh Pastor Paroki, RD Yustinianus Ta’Laleng dan Pastor Rekan, RD Berto Ngita, mereka berjalan berarak dari sakristi, melalui pintu depan Gereja Katedral dan menuju altar. Perayaan Ekaristi berjalan dengan lancar dan khidmat. Di dalam kotbahnya, Monsinyur menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga arti atau makna yang didapatkan dari penerimaan Sakramen Krisma.

Para penerima Sakramen Krisma dan pendamping duduk di bangku gereja dengan tetap menjaga jarak. (KATEDRALPGK/FENNIE)

“Pertama, Sakramen Krisma merupakan kesempatan untuk kembali menyatakan diri sebagai pengikut Kristus. Kesempatan pernyataan iman akan Yesus Kristus pertama kali didapatkan pada  saat umat beriman menerima Sakramen Baptis. Namun, ada kemungkinan pada saat menerima Sakramen Baptis, terutama mereka yang menerima Baptis sejak bayi, belum banyak mengerti tentang iman akan Yesus Kristus,” tutur Uskup.

Ia melanjutkan, Sakramen Krisma merupakan kesempatan untuk kembali menegaskan diri sebagai pengikut Kristus. Pernyataan tersebut adalah pernyataan yang dibuat secara pribadi sebagai umat beriman yang dewasa, bukan keputusan orang tua atau wali Krisma. Keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab pribadi sebagai pengikut kristus.

Mgr Adrianus Sunarko, OFM menyampaikan homili. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Monsinyur Adrianus juga berharap agar para penerima Sakramen Krisma menjadi seperti jemaat di Tesalonika yang dipuji oleh Paulus karena mereka teguh beriman, meskipun mengalami penindasan.
“Kedua, Sakramen Krisma merupakan pernyataan kesiapan dan kesanggupan untuk ikut bertanggung jawab pada perkembangan kehidupan Gereja, baik di KBG, Paroki dan gereja universal. Umat beriman yang telah menerima Sakramen Krisma harus mau terlibat dalam hidup menggereja,” pesan Mgr Adrianus.

Secara lebih spesifik Monsinyur berharap umat beriman yang telah mendapat Sakramen Krisma harus mempunyai niat untuk membangun kehidupan menggereja, bukan hanya mengeluh dan menjadi kritikus saja. Setiap umat beriman diajak untuk terus ambil bagian dan memberikan diri bagi Gereja.

Penerima Sakramen Krisma yang memenuhi bangku sayap Gereja Katedral Pangkalpinang. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Uskup mengimbuhkan, ketiga, Sakramen Krisma merupakan pernyataan kesiapan dan kesanggupan untuk mewartakan kabar suka cita bagi orang-orang di sekitar kita.
“Kabar suka cita yang mesti kita bagikan kepada masyarakat terwujud dalam kesaksian hidup yang baik sebagai orang kristiani, baik di rumah, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan di manapun kita berada. Secara khusus dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini,” ujar Monsinyur Adrianus sekaligus mengajak umat untuk memberi perhatian khusus kepada sesama yang kesusahan, mengalami kesulitan dan menderita.  Menurut Monsinyur Adrianus, tugas perutusan ini merupakan tugas perutusan yang konkret, mudah namun sekaligus menantang.

Di dalam penghayatan hidup beriman Kristiani, kita memang mengenal istilah sakramen. Oleh Gereja Katolik, Sakramen dimengerti sebagai tanda yang dapat dilihat secara indrawi atau kasat mata. Tanda itu merupakan pernyataan rahmat Allah yang diterima oleh umat beriman agar penerimanya mengalami perkembangan dalam hidup rohani, serta berperan aktif dalam pengembangan hidup menggereja yang penuh belas kasih melalui kesaksian hidupnya.

Sakramen Krisma merupakan salah satu sakramen yang masuk dalam kategori inisiasi bersama dengan Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi. Inisiasi sendiri memiliki arti bergabungnya seseorang menjadi anggota gereja secara resmi. Umat beriman yang telah menerima Sakramen Baptis dan Ekaristi berarti telah secara resmi menjadi anggota gereja. Maka dapat dikatakan dengan menerima Sakramen Krisma membuat umat beriman memiliki ikatan yang lebih kuat dalam kehidupan menggereja. Ikatan yang semakin kuat tersebut tentunya juga disertai dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar sebagai pengikut Kristus dan anggota Gereja.

Meski ada larangan untuk tidak melakukan pemotretan bersama, tetap ada cara untuk mengabadikan peristiwa penting mereka. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Semoga seluruh umat beriman Kristiani, terutama mereka yang kembali menyatakan imannya melalui penerimaan Sakramen Krisma sungguh-sungguh dihidupi oleh Roh Kudus dan berani menjadi saksi-saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. (katedralpgk)

Penulis : Willy Suluh
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •