Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (31 Oktober 2020)
Minggu Biasa XXX
Bacaan :
Pertama : Filipi 1 : 18b-26
Injil : Lukas 14 : 1,7-11

Saudara-saudari……..
Dalam dunia peternakan, khususnya para peternak kuda atau sapi, ada sebuah strategi memberi makan sapi. Kuda atau sapi biasanya diberi makan rumput hijau. Kadang-kadang rumput hijau susah didapat ketika musim kemarau tiba. Maka rumput keringpun diberikan kepada kuda atau sapi. Kuda atau sapi yang biasa diberi makan rumput hijau, ketika diberi makan rumput kering, kadang susah memakannya, maka ada cara yang kadang terasa aneh dan lucu yang dibuat oleh peternak. Caranya adalah kuda atau sapi beri pakai kacamata yang lensanya berwarna hijau. Dengan cara seperti ini, rumput yang aslinya adalah rumput kering yang berwarna kuning, berubah warna menjadi rumput hijau sehingga kuda atau sapi yang mengenakan kacamata hijau mengira rumput hijau, maka dimakannya juga.

Saudara-saudari……
Ilustrasi kecil yang saya angkat dari dunia peternakan mengawali renungan saya ini tidak mempunyai maksud apa-apa atau merujuk pada sebuah tendensi tertentu. Cerita ini mau mengatakan bahwa kadang-kadang kita membutuhkan alat bantu untuk memahami sesuatu. Zona aman kita terkadang membuat kita bertahan pada sebuah pemahaman, predikat, ukuran atau takaran kita sendiri atau dan sulit untuk berubah. Lagi-lagi, kita butuh alat bantu untuk sebuah peralihan atau perubahan dari cara lama ke cara baru.

Demikian juga dengan rencana, kehendak dan maksud Tuhan atas kehidupan kita, kadang susah kita selami. Maksud baik orang sekalipun, kadang sulit kita tangkap. Kita menggunakan takaran dan ukuran kita untuk menilai sesuatu. Kacamata yang kita gunakan adalah kacamata kita.

Sabda Tuhan yang kita baca hari ini, yang diambil dari Injil Lukas (Lukas 14 : 1,7-11), seolah-olah mementahkan cita-cita, harapan, angan-angan dan perjuangan kita. Kita butuh nama besar. Kita cari harta yang banyak. Kita mengejar prestasi yang tinggi. Kita cari uang yang melimpah. Kita bertarung untuk mengukir prestise. Semua ini wajar-wajar saja dan sangat manusiawi. Kita butuh warna warni itu. Semuanya itu bermuara pada satu titik yang dalam bahasa Injil hari ini TEMPAT YANG TERDEPAN DAN TEMPAT YANG TERHORMAT DALAM PESTA KEHIDUPAN ini.

Menjadi pertanyaan mendasarnya, apakah nama besar, harta yang banyak, prestasi yang tinggi, uang melimpah, prestise, berada di tempat yang terdepan dan terhormat menurut ukuran dunia sudah menjadi jaminan keselamatan dan kebahagiaan bersama Allah? Jawaban kita pasti akan beraneka ragam. Keanekaragaman jawaban kita dipengaruhi oleh kacamata yang kita gunakan yakni kaca mata kita sendiri; kaca mata dunia.

Kita akan memiliki jawaban yang satu dan sama kalau kita mengenakan KACAMATA ALLAH. Kita akan dengan berani tanpa ada penyesalan mengatakan bahwa semua yang kita usahakan dan perjuangkan hanyalah alat dan sarana untuk meraih Pesta Raya bersama Allah di Surga, kalau berani melepaskan kacamata kita dan menggunakan Kacamata Allah. Kacamata Allah akan membantu kita untuk melihat nilai yang Abadi di balik nilai duniawi.

Kita harus ingat bahwa kehidupan kita tidak hanya sampai di sini, saat ini dan di dunia ini. Bentuk kehidupan lain, yakni kehidupan baru bersama Allah juga harus kita kejar. Nilai lain dan suasana baru juga harus kita cari dan kejar. Yesus sendiri mengatakan : Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11).

Sabda Yesus ini sarat makna dan penuh arti bagi kita. Kita akan bisa menangkap dan memahami arti Sabda Yesus dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan kita kalau kita berani mengganti kacamata kita dengan Kacamata Allah. Akan terasa berat dan sulit kalau kita masih menggunakan kacamata kita sendiri untuk mencari dan menemukan serta mencicipi agenda dan rencana Tuhan dalam kehidupan kita.

Saudara-saudari…….
Saya yakin Tuhan tetap menghargai dan merestui setiap usaha dan perjuangan kita  dengan selalu mencurahkan rahmat dan berkat-Nya. Tuhan pasti selalu hadir dan ikut campur tangan dalam semua karya baik kita. Ia senantiasa melipatgandakan setiap perjuangan dan pengorbanan kita.

Tuhan mengasihi dan menyayangi kita. Ia baik terhadap kita. Ia tetap memperhitungkan setiap usaha dan perjuangan serta kerjasama kita bersama-Nya membangun dunia ini, di satu sisi. Dan di sisi lain, Ia juga tetap mengingatkan kita untuk tetap waspada agar kita tidak terpesona dengan janji-janji manis dunia ini.

Sabda Tuhan hari ini sungguh menjadi pelita bagi jalan hidup kita. Sabda Tuhan bagaikan kunci yang membuka tabir rahasia Allah. Agar kita bisa melihat jalan Allah, memahami kehendak-Nya dan meraih kebahagiaan sejati bersama-Nya, KENAKANLAH KACAMATA ALLAH. KITA PASTI BAHAGIA DAN SELAMAT. Tuhan memberkati. Amin. (*)

Oleh:
RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •