Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Senin (02 November 2020)
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Bacaan : 2 Mak 12:43-46; 1Kor 15:20-28; Yoh 6:37-40

Setiap tanggal 02 November, Gereja Katolik merayakan Hari Arwah untuk mengenang dan mempersembahkan doa bagi semua orang beriman yang telah meninggal. Peringatan ini merupakan perayaan iman dan menjadi momen istimewa karena sebagian besar umat Katolik paroki kita berasal dari keturunan Tionghoa. Istmewa karena peringatan arwah sangat berakar dalam tradisi Tionghoa.

Dalam terang iman, orang Tionghoa mendoakan orang beriman yang telah meninggal sekaligus menjadikan  cara untuk tetap melestarikan tradisi penghormatan kepada leluhur. Makna penghormatan leluhur tradisi Tionghoa tersebut mengajarkan agar perbuatan belas kasih tidak hanya terbatas pada sesama yang masih hidup di dunia ini, tetapi juga kepada mereka yang sudah mendahului kita. Berdoa  bagi keselamatan jiwa  khususnya dalam Perayaan Ekaristi adalah panggilan untuk selalu berkomunio dengan saudara-saudari yang telah meninggal. Oleh sebab itu, tradisi peringatan leluhur orang Tionghoa ini tidak bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik.

Dasar teologis dari perayaan Hari Arwah ini adalah bahwa arwah semua orang beriman belum disucikan sepenuhnya dan masih harus menjalankan penyucian agar dapat masuk ke dalam kegembiraan surga (KGK 1030). Proses penyucian ini disebut Gereja sebagai purgatorium – api penyucian (KGK 1031). Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati (KGK 1032). Kita percaya bahwa sesudah perziarahan  kita di dunia ini selesai, tersedialah kediaman abadi di surga untuk kita. Kematian merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia.

Tentunya Injil hari ini semakin menguatkan kita untuk percaya bahwa kerahiman Allah tak pernah putus dan terus berlanjut bahkan dalam peristiwa kematian sekalipun. Berkat kematian, iman akan kebangkitan Kristus menjadi anugerah istimewa yang melahirkan penghiburan dan pengharapan akan hidup yang kekal. (*)

Renungan Oleh:
Shimul.

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •