Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Belakangan ini sering terdengar pameo, ”Kuasai teknologi, maka dunia dalam genggaman. Siapa yang menguasai teknologi, dia menguasai dunia.” Peradaban informasi yang ditandai antara lain dengan kemajuan teknologi komunikasi kini tak bisa lagi dihindari. Peradaban gelombang ketiga, setelah pertanian dan industri, kini mulai “dirasuki” arus teknologi komunikasi, memungkinkan orang secara cepat menerima, mengelola, menyimpan, mengambil kembali dan mendistribusikan/mendiseminasi informasi kepada sesamanya.

Pada era informasi yang kita hidupi sekarang ini, dunia terkesan kecil. Segala pengetahuan yang kita inginkan sudah ada di genggaman tangan dan dapat diakses hanya dengan sentuhan jari. Masalah komunikasi pun tak lagi terhalangi oleh jarak. Era baru yang dimotori oleh revolusi di bidang teknologi informasi dan komunikasi sudah di depan mata. Perkembangan dunia digital tak lagi sekadar mempengaruhi, ia telah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat. Informasi sudah dianggap sebagai “power” yang diartikan sebagai “kekuatan” dan “kekuasaan”.

Adalah Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Fiorenzen Chanesha. Ia didaulat menjadi pembicara saat Komisi Kepemudaan Keuskupan Pangkalpinang menggelar pertemuan bersama pelajar SMK se-Kota Pangkalpinang di Gereja St. Petrus Kampungjeruk, Minggu (01 November 2020). Umat KBG Rafael, wilayah10 ini mempresentasikan bagaimana ia memanfaatkan kemajuan teknologi, yang didalamnya termasuk memanfaatkan media sosial secara bijak.

Kepada katedralpangkalpinang.com, putra pasangan Welly Chanesha dengan Natalia ini mengaku mulai tertarik pada dunia teknologi karena melihat perkembangan dunia digital saat itu yang berkembang sangat pesat.
“Nah… di situ kepikiran gimana sih cara memanfaatkan sarana/wadah teknologi buat hal-hal yang baik dan positif bagi orang-orang dan audience kita. Saya tertarik sejak tahun 2016 dan memulainya dengan membuat sosial media @misdinarkatedralpangkalpinang. Lalu di tahun 2017 merambah mendirikan akun @misdinarvidgram, di mana akun ini dibuat untuk anak anak dan remaja, terutama Putera-Puteri Altar & Misdinar yang mencakup seluruh Indonesia,” tulis Fio merespons wawancara katedralpangkalpinang.com melalui pesan whatsapp, Jumat (06 Nov. 2020) siang.

Pelajar SMKN 1 Pangkalpinang, kelas 12 ini melanjutkan setelah membuat @misdinarvidgram ia berpikir bagaimana kalau dirinya membuat akun untuk merangkul semua orang katolik entah itu anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua sekalipun.
“Puji Tuhan di pertengahan tahun 2018 berdirilah akun @kitakatolik sebagai salah satu platform yang membahas tentang katekese, iman Katolik, gereja Katolik dan banyak lagi mengenai kekatolikan. Dan pada awal tahun kemarin, tepatnya Minggu Palma 2020, terbentuk pula suatu akun yang lebih milenial dan fresh yaitu @lifekamu [Love Is For Everyone, Kaum Muda] yang memiliki target sebagai sarana pendalaman iman para remaja dan kaum muda,” lanjut pemilik tinggi badan 175 cm ini.

Fiorenzen Chanesha saat menjadi pembicara di Gereja St Petrus, Kampungjeruk, MInggu (01/11/2020). (SUMBER FOTO : DOK. PRIBADI)

Rangkul Relawan dari Beberapa Keuskupan di Indonesia
Kelahiran Pangkalpinang, 28 Agustus 2003 ini mengaku melalui media sosial ia mewartakan kabar sukacita/kabar baik Tuhan kepada semua orang.
“Dan puji Tuhan kini pengelolaan beberapa akun diatas dibantu bersama temen-temen relawan/volunteer yang luar biasa dari beberapa keuskupan yang ada di Indonesia,” tutur putra kedua dari empat bersaudara ini.

Memiliki hobi menulis, membuat film/video dan mendesain gambar, Fio mengaku semua ia pelajari secara otodidak.
“Awal memulainya dari membuat caption (keterangan foto-red), membuat dan mengedit konten, semua dilakukan sendiri. Dan seiring berjalannya waktu saya mulai mengajak/merekrut temen-temen dari seluruh keuskupan di Indonesia agar; Yuk ikut pelayanan lewat media sosial, yuk mewartakaan kabar baik Tuhan, yuk sama-sama belajar, belajar untuk memuliakan nama Tuhan,” ujar pemuda berkacamata minus yang memiliki impian ingin menjadi penulis dan sutradara film ini.

Fio mengaku motivasi awal melakukan semua itu karena dirinya menyadari Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuknya.
“Nah apa sih yang bisa aku lakukan untuk memuliakan Tuhan? Aku berusaha agar bisa menjadi berkat bagi semua orang, entah itu orang-orang di sekitar atau orang-orang yang belum dikenal, supaya orang-orang bisa mendalami Gereja Katolik,” tutur penerima sertifikat dari Komisi Kepemudaan KWI sebagai Peserta Terbaik ‘OMK Academy 2020’ ini.

Melalui katedralpangkalpinang.com, Fio berharap orang muda sebagai penerus masa depan gereja bisa mewartakan kabar baik Tuhan di kehidupan sehari-hari.
“Entah dari hal kecil hingga hal besar nantinya. Kalau bukan orang muda, siapa lagi? Iya kan?” ucapnya mengungkapkan asa.

Good luck untuk Fio dan semua kaum milenial. Bijaklah dalam memanfaatkan teknologi. Di pundak Anda masa depan gereja dititipkan. Teruslah menjadi garam dan terang dunia.
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,  supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5 : 13-16). (katedralpgk)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •