Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM“Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKU, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yoh 14:1-7). Kristus telah menjemput Romo Vincent. IA-lah jalan, kebenaran dan hidup,” tutur Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko OFM pada bagian akhir homilinya saat memimpin Ekaristi Requiem untuk Romo Vincentius Tamba, Pr di Gereja St. Bernadeth, Pangkalpinang, Sabtu (14 November 2020).

Jenazah Romo Vincent disemayamkan di Gereja St. Bernadeth, Pangkalpinang. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Mgr Adrianus menandaskan, pertama: kematian dimengerti sebagai akhir dari sebuah peziarahan, akhir kehidupan duniawi.
“Kehidupan kita berlangsung selama waktu tertentu, dan di dalam peredarannya kita berubah dan menjadi tua. Kematian kita adalah berakhirnya kehidupan alami. Aspek kematian ini mengingatkan kita bahwa untuk menjalankan kehidupan, hanya tersedia bagi kita suatu jangka waktu terbatas. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu … sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan napas kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. (Pengkotbah 12, 1. 7),“ tutur Uskup. 

Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM memimpin Ekaristi Requiem di Gereja St. Bernadeth, Pangkalpinang. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Kedua: Kematian telah diubah oleh Kristus.
“Juga Yesus, Putera Allah, telah mengalami kematian, yang termasuk bagian dari eksistensi manusia. Walaupun Ia merasa takut akan maut (Markus 14: 33-34), namun Ia menerimanya dalam ketaatan bebas kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan Yesus telah mengubah kutukan kematian menjadi berkat.“ (KGK, 1009). Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.(Roma 5, 17). Demikian pula Romo Vincent,” lanjut Mgr Adrianus.

Mgr Adrianus Sunarko, OFM memberkati jenazah Rm Vincent sebelum peti ditutup. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Uskup menekankan, pemahaman yang positif tentang kematian itu hanya mungkin karena iman akan kebangkitan.
“Semoga Romo Vincent juga kini telah melihat Allah yang ia Imani,” harap Mgr Adrianus sembari menyatakan bahwa Romo Vincent menempuh jalan kekudusan dalam pergulatan hidup sehari-hari.

Keluarga inti Rm Vincent dan para imam Keuskupan Pangkalpinang memerciki minyak wangi pada jenazah Rm Vincent. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Usai Ekaristi Requiem, jenazah Romo Vincent dikebumikan di Pemakaman Katolik Jalan Koba, Pangkalpinang. Di bawah terik sinar matahari, para pelayat yang terdiri dari Uskup, para imam, umat, siswa Seminari Mario John Boen, saudara dan kerabat Romo Vincent tampak memenuhi sekitar areal pemakaman. Berikut suasana saat prosesi pemakaman berlangsung, Sabtu (14 November 2020) siang…. (katedralpgk)

Para imam dan keluarga inti membawa jenazah Rm Vincent meninggalkan Gereja St. Bernadeth menuju peristirahatan terakhir. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Suasana di sekitar areal pemakaman Rm Vincent, Sabtu (14/11/2020). (KATEDRALPGK/FENNIE)

Keluarga inti Rm Vincent mengikuti seluruh rangkaian prosesi pemakaman hingga usai. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Parokus Gereja St. Bernadeth, RD Ferdinand Meo Bupu memerciki liang lahat Rm Vincent sesaat sebelum peti diturunkan. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Adik dari Almarhum Rm Vincent menyalakan lilin di makam sang kakak. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Makam Rm Vincent dipadati siswa Seminari Menengah Mario John Boen, Pangkalpinang, yang hendak memberi penghormatan terakhir kepada sang guru Bahasa Latin. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Seorang suster tampak menyalakan lilin pada makam Rm Vincent. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Dua umat ini tampak berdoa di makam Rm Vincent. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Penghormatan terakhir umat kepada Rm Vincent. Ada saatnya berjumpa dan ada waktunya berpisah. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •