Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RENUNGAN HARIAN

Selasa, 08 Desember 2020

Bacaan :         Pertama : Kejadian 3:9-15,20

                        Kedua : Efesus 1:3-6,11-12

Injil : Lukas 1: 26 – 38

HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Saudara-saudari……..

Sebuah berita, pengumuman atau informasi yang disampaikan akan dapat ditangkap dan diterima dengan baik isi dan maksud dari penyampaian itu kalau orang memberikan perhatian dengan baik. Atau dengan kata lain, orang MENDENGARKANNYA dengan penuh perhatian.

Kadang-kadang hasil tangkapan atas sebuah penyampaian berbeda bahkan lain sama sekali dengan maksud dan tujuannya karena orang hanya MENDENGAR. Ada banyak kemungkinan membuat orang hanya mendengar tetapi tidak mendengarkan. Misalnya, disaat yang sama orang sedang sibuk bekerja, orang tidak suka atau tidak senang, orang dihadapkan dengan beberapa berita atau suasana hati dan pikiran orang sedang galau.

Mendengarkan membutuhkan konsentari, ketenangan hati dan pikiran, fokus perhatian hanya pada sebuah berita dan kesiapan diri. Lewat mendengarkan, orang dapat menangkap dengan pasti, jelas dan benar inti dan isi dari sebuah berita, informasi atau penyampaian.

Saudara-saudari……

Hari ini Gereja Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Masing-masing Kita pasti memiliki judul, thema atau topik permenungan. Saya mencoba menawarkan thema MENDENGARKAN.

Kalau Kita membaca perikope Injil hari ini yang diambil dari Lukas 1:26-38 dan coba Kita hitung maka Kita akan dapatkan sebanyak tigabelas (13) ayat. Isinya adalah percakapan antara Malaikat Gabriel dengan Bunda Maria. Selama percakapan terjadi, Kita baca hanya dua (2) kali Bunda Maria berbicara.

Kedua ayat yang manjadi kesempatan Bunda Maria berbicara adalah pertama, ayat 34 : Kata Maria kepada Malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”. Kedua, ayat 38a : Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perktaanmu itu”. Sedangkan sebelas (11) ayat yang lain menjadi bagian dari Malaikat Gabriel untuk menyampaikan berita dari Allah kepada Bunda Maria.

Walaupun Bunda maria hanya mendapatkan dua (2) kesempatan berbicara dan selebih Malaikat Gabriel tetapi Bunda Maria menangkap dengan jelas dan bahkan memahami maksud dan tujuan saat kunjungan berlangsung. Kuncinya ada pada MENDENGARKAN.

Lewat sikap MENDENGARKAN Bunda Maria, Kita mendapatkan mutiara-mutiara yang indah dan menarik, antara lain : pertama, Bunda Maria menemukan jati dirinya sebagai orang yang tak layak; orang yang tak pantas; dan menyadari kesederhanaannya.

Kedua, Bunda maria menjadi tahu bahwa setiap tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan pasti mengandung risiko. Bunda Maria menyadari sungguh bahwa warta itu sungguh berat ketika berhadapan dengan orang banyak, terkait dengan adat istiadat dan budaya serta relasi sosial.

Ketiga, Bunda Maria menjadi yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah atas dirinya. Secara manusiawi, warta yang disampaikan Malaikat Gabriel itu tidak bisa Ia laksanakan namun bersama Tuhan ia bisa. Pasti dalam hati Bunda Maria terbersit kata-kata ini : Bagi manusia tidak mungkin tetapi bagi Allah adalah mungkin.

Saudara-saudari…….

Saat ini Kita sedang berada dalam masa Adven. Kita sedang menyiapkan diri untuk menyambut Sang Juruselamat yang akan datang pada Hari Raya Natal nanti. Bukan saat yang mudah untuk dilewati. Kita harus berani meneropong diri dan menemukan diri kita sesungguhnya. Saat penuh risiko dan pengorbanan karena kita harus berani memperbaiki entah diri kita sendiri maupun masyarakat. Kita juga harus menyangkal diri dan mangakui serta mengimani akan kuat kuasa Allah atas diri kita.

Kita beryukur bahwa dalam masa sulit dan penuh Rahmat ini Gereja menghadirkan seorang Tokoh yang dapat menjadi inspirasi buat Kita untuk menyiapkan hati dan batin yakni Bunda Maria pada Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Melalui Bunda Maria, Kita menemukan mutiara yang indah, yang mengajarkan Kita untuk selalui MENDENGARKAN.

Belajar dari Bunda Maria, mari Kita juga membangun sikap MENDENGARKAN sehingga kita mampu melihat diri Kita dan melihat kelemahan, kekurangan serta dosa Kita agar TOBAT menjadi jalan untuk meraih keselamatan yang dijanjikan Allah. Mari Kita terus MENDENGARKAN Tuhan sehingga Kita menjadi mampu untuk menghadapi setiap risiko yang menghadang. Dengan demikian, pengorbanan bukan menjadi sebuah kesia-siaan tetapi menjadi sebuah kesempatan untuk menguji diri.

Mari Kita terus MENDENGARKAN Tuhan agar iman kita semakin kuat dan tetap yakin bahwa Ia pasti terus berkarya di dalam dan bersama kita dengan Roh Kudus-Nya. “Roh Kudus akan turun atasmu”.  TUHAN MEMBERKATI. Amin.

Renungan Oleh: RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •